Pasangan Dalam 'Hubungan Terlarang' Dihajar Tokoh Masyarakat di Depan Puluhan Warga

BENGGALA- Sebuah video meresahkan beredar luas di media sosial, di mana seorang pria menyerang sepasang kekasih di siang hari bolong muncul dari Benggala Barat.

Insiden tersebut terjadi di Chopra distrik Uttar Dinajpur pada hari Jumat dan dilaporkan disetujui oleh 'salishi sabha' (pengadilan Kanguru) setempat. Video itu menjadi viral di media sosial dan memicu kemarahan.

Baca Juga: Gonta-ganti Pasangan dan Dibawa ke Rumah, Janda Digerebek Warga

Pada hari Senin, Gubernur Benggala Barat CV Ananda Bose meminta laporan dari Ketua Menteri Mamata Banerjee mengenai insiden tersebut, kata para pejabat. Mereka menyatakan bahwa Gubernur terkejut dengan kejadian tersebut dan menyebutnya ‘barbar’

Dia mengutuk insiden tersebut dan meminta laporan segera dari CM Banerjee,” kata seorang pejabat kepada PTI. Dalam video tersebut, seorang pria sedang memukuli pasangan tersebut dengan tongkat bambu. Pasangan itu, yang sedang menjalin hubungan, dicambuk atas arahan pengadilan kanguru, kata polisi.

Pada hari Senin, pasangan itu dibawa dari Kantor Polisi Chopra ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan kesehatan. Terdakwa diidentifikasi bernama Tajmul Haque alias JCB. Sebelumnya hari ini, dia dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan kesehatan setelah penangkapannya di Islampur.

Beberapa perempuan MLA dari Oposisi Partai Bharatiya Janata (BJP), termasuk Agnimitra Paul, pada hari Senin melakukan protes di luar Majelis Negara.

Baca Juga: Tujuh Pasangan Bukan Pasutri Terciduk Razia Petugas Gabungan di Kota Madiun

“Pertanyaan kami kepada Ketua adalah jika Anda mengizinkan TMC untuk melakukan agitasi, mengapa Anda tidak mengizinkan kami?... Kami tidak melakukan agitasi untuk mendukung Syekh Shahjahan. Kami melakukan agitasi untuk mendukung perempuan di Benggala Barat dan memprotes penindasan terhadap mereka. Ini tidak ilegal,” kata Paul kepada ANI.

Dia menambahkan bahwa BJP sebelumnya meminta izin dari Ketua untuk mengadakan protes tetapi ditolak.

"Tapi kita harus protes. Jadi, kita di sini... Mengapa Ketua memainkan permainan standar ganda?" dia bertanya.

Baca Juga: Pas Enak-Enak saat Ramadhan, 2 Sejoli Bukan Pasutri Digerebek Dalam Kamar Kos



 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru