Pemkot Depok Resmi Larang Sahur On the Road

DEPOK (Realita) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan sahur on the road atau SOTR selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah.

Keputusan ini diambil dalam rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi keagamaan pada Jumat (28/2/2025) malam.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan imbauan dari Polda Metro Jaya yang telah diteruskan ke Polres Metro Depok.

Pemerintah menilai bahwa kegiatan sahur on the road lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada manfaatnya.

"Kami Pemerintah Kota Depok tak mengizinkan kegiatan program sahur on the road karena dinilai lebih banyak mudarat daripada manfaatnya," kata Supian di Balai Kota Depok.

Pemkot Depok tidak hanya sekadar mengeluarkan larangan, tetapi juga berkomitmen untuk menindak tegas para pelanggar.

Supian Suri menegaskan bahwa petugas akan dikerahkan untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif.

"Kami akan mengambil tindakan kalau ada pihak yang tetap menjalankan sahur on the road. Kami telah bersepakat jika kegiatan ini tidak diizinkan di Kota Depok,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi adanya pelanggaran, Pemkot Depok akan bekerja sama dengan Polres Metro Depok dan Kodim 0508 Depok dalam melakukan patroli rutin.

Sebagai langkah preventif, Pemkot Depok juga membentuk Tim Patroli Ramadan 2025.

Nantinya, kat Supian Suri, mereka akan bertugas di 11 kecamatan untuk menjaga ketertiban selama bulan suci.

Tim ini terdiri dari unsur Forkopimda, termasuk kepolisian dan TNI.

"Titik poin patroli berada di kantor kecamatan masing-masing. Nanti terdiri dari unsur Polres, Kodim, serta Pemerintah Kota Depok yang akan menjaga kenyamanan ibadah Ramadan," paparnya.

Tim patroli tersebut akan melakukan pengawasan di berbagai titik strategis.

Terutama pada lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya peserta sahur on the road.

Wali Kota Depok juga mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan ini dengan tidak menggelar sahur on the road dan tetap menjaga kondusivitas selama Ramadan.

"Kami berharap umat Muslim bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khidmat, sementara saudara-saudara non-Muslim juga tetap merasa nyaman di tengah suasana Ramadan," tutupnya. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru