KEK Cilacap, Menuju Cilacap Kota Kreatif dan Berkarakter Unggul

CILACAP (Realita) - Menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif dan upaya perlindungan karya intelektual, merupakan kegiatan tematik yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan dan cinema ini, hangat membahas isu strategis maupun gagasan orisinil tentang Cilacap.

Peserta yang menghadiri workshop ini tidak hanya pelaku kreatif dari sektor perfilman saja, namun juga pelajar, mahasiswa, pengusaha, pengamat, kalangan profesional di bidangnya, tentu menjadi menarik dan hangat.

Diskusi santai namun serius ini adalah bagian dari komitmen Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Cilacap sebagai jembatan pelaku Ekraf dalam berkarya dan membangun perekonomian dan peradaban.

Sebaga langkah Perlindungan Karya Intelektual di Cilacap, KEK Cilacap menyadari pentingnya kolaborasi pemikiran lintas sektor maupun generasi dan kepentingan.

Acara ini dimoderatori oleh Ketua Bidang Hukum, Regulasi, dan Hak Kekayaan Intelektual, Sri Haryani.

Dalam narasinya, Hanny mencoba menjelaskan bahwa KEK Cilacap merupakan wadah yang berperan sebagai penghubung antara pelaku ekonomi kreatif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan sektor swasta.

Dalam paparannya, Teguh Purnomo yang sekaligus sekretaris terpilih KEK Cilacap periode 2025-2030 menegaskan, bahwa KEK Cilacap memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pelaku ekonomi kreatif dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Kami memahami bahwa ekosistem ekonomi kreatif tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan yang tepat. Oleh karena itu, KEK Cilacap berkomitmen untuk menjadi fasilitator yang mempertemukan pelaku kreatif dengan kebijakan yang mendukung agar bisa dirasakan manfaat yang lebih luas," kata Teguh, Sabtu (1/3).

"KEK Cilacap hadir memilih jalan tengah sebagai solusi atas keresahan pelaku ekraf maupun tantangan dalam mengembangkan kreativitas di Cilacap,"
imbuhnya.

Ia berharap, kita semua mengikis sekat primordial maupun senioritas, karena dalam karya mereka yang mampu mengembangkan imajinasinya maupun inovasinya akan bertahan menyongsong zaman, bukan karena tua atau muda.

Sedangkan nenurut pandangan bidang Riset KEK Cilacap, Andika Prasya menjelaskan, " Kita tidak bisa membangun ekonomi kreatif tanpa data yang akurat," sergahnya.

Oleh karena itu, KEK Cilacap akan terus melakukan pendataan pelaku ekraf, mengidentifikasi potensi, serta memetakan tantangan dan peluang yang ada.

"Dengan data yang kuat, kita bisa merancang kebijakan yang tepat sasaran dan membantu pelaku ekraf berkembang lebih jauh," jelas Andika.

Lebih lanjut, Andika juga menambahkan bahwa ekosistem subsektor perfilman yang katanya akan menjadi subsektor unggulan sebenarnya sangat cocok untuk dikembangkan, karena dapat mempersatukan semua subsektor ekonomi kreatif yang ada.

Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana menghasilkan film yang benar-benar berkualitas.

"Jangan hanya membuat film sekadar ada, tapi buatlah film yang berkualitas. Syukur-syukur bisa mencapai standar industri. Untuk itu, diperlukan keseriusan dari tahap produksi hingga distribusi," tandasnya.

Pelaku ekraf Cilacap juga perlu memamahi aspek hukum, khususnya terkait hak kekayaan itelektual.

" Banyak pelaku ekraf yang masih belum menyadari pentingnya mendaftarkan hak cipta mereka. Padahal, dengan memiliki status hukum menjadi jelas. " pungkas Andika. est

 Peserta mengikuti paparan dan diskusi. (Foto: Estanto)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Roy Suryo Tolak Silaturahmi ke Jokowi

JAKARTA (Realita)– Pakar telematika, Roy Suryo menegaskan, tidak ingin mengikuti langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemui Presiden ke-7 RI Joko W …