Polisi Menembak Mati Pria yang Menyandera Istrinya

SAO SEPE (Realita)- Sebuah insiden penyanderaan berakhir dengan kematian pelaku penyanderaan pada hari Sabtu (8) di São Sepé. Menurut Polisi Militer, seorang perwira polisi militer mencoba menetralisir serangan itu dengan Taser (senjata kejut listrik), tetapi peralatan itu gagal. Pria itu akhirnya tertembak dan meninggal.

Menurut laporan awal, Brigade Militer menerima panggilan bantuan yang melibatkan percobaan pembunuhan terhadap perempuan. Di tempat kejadian, seorang pria berusia 59 tahun, bersenjata parang, menyerang seorang wanita berusia 34 tahun.

Kedatangan Polisi Militer tidak membuat si pria gentar, yang terus menyerang wanita tersebut. Pada saat itu, seorang polisi militer mencoba menetralisir penyerang dengan senjata setrum yang dikenal sebagai Taser, yang mengeluarkan sengatan listrik.

Karena peralatannya rusak, polisi pun menembak pria itu. Petugas kemudian memberikan pertolongan medis terhadap pria itu, tetapi ia tidak selamat dari luka-lukanya dan meninggal di tempat kejadian.

Perempuan yang menjadi korban percobaan pembunuhan diselamatkan oleh petugas polisi sendiri dan dibawa untuk mendapatkan perawatan medis. Tidak ada informasi tentang kondisi kesehatannya.

Dalam sebuah pernyataan, Polisi Militer mengatakan bahwa tindakan PM adalah untuk menjamin keselamatan korban dan petugas polisi yang menanggapi insiden tersebut.

"Petugas polisi militer terpaksa menembakkan senjata listrik (Taser) untuk membendung agresi tersebut, namun tidak berhasil, sehingga perlu menembakkan senjata api ke arah penyerang, demi menyelamatkan nyawa petugas polisi dan wanita yang meminta perlindungan", demikian bunyi berita yang dirilis oleh Sektor Komunikasi Sosial Resimen Polisi Berkuda ke-1 (1º RPMon), yang bermarkas di Santa Maria.hu

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru