Serdik Sespimen dan Sespimti Polri Soan ke Joko Widodo, Pemerhati: Jangan Prasangka Buruk

JAKARTA (Realita) Menyikapi kunjungan Peserta Didik Sespimen ke kediaman Presiden RI ke-7 Bapak Joko Widodo, Pemerhati Kepolisian, Poengky Indarti menganggap kunjungan peserta Sespimen Polri ke kediaman Presiden ke-7 RI Bapak Joko Widodo untuk bersilaturahmi dan berdiskusi, adalah suatu hal yang biasa dan tidak perlu disikapi terlalu sensitif dan penuh prasangka. Karena hal tersebut justru akan membuat kita terkotak-kotak.

"Polri lahir dari masyarakat dan wajib  menjaga serta memelihara kamtibmas dengan sebaik-baiknya untuk tegaknya keamanan dalam negeri, oleh karena itu pada masa pendidikan sebagai pemimpin, anggota Polri wajib menggali ilmu sekaligus pengalaman dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, dan para tokoh yang dianggap dapat memberikan ilmunya agar nantinya sebagai anggota Polri dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik," ujar Poengky Indarti di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini juga mengungkapkan, harus diakui pada masa Presiden Joko Widodo, perhatian beliau pada Polri luar biasa, termasuk anggaran Polri mengalami kenaikan signifikan sehingga Polri dapat melakukan modernisasi institusi dengan lebih baik dan kesejahteraan anggota Polri juga lebih baik, sehingga Polri dapat lebih bermanfaat bagi Rakyat.

"Presiden Joko Widodo sebagai Presiden RI ke-7 jelas sangat memahami dan memiliki ilmu mengenai keamanan dalam negeri yang dapat dibagikan kepada siapapun yang membutuhkan, termasuk kepada anggota Polri peserta didik Sespimen," ungkapnya.

Sepengetahuan dirinya, para peserta didik Sespimen maupun Sespimti bebas menggali ilmunya dari siapapun, termasuk ketika saya dulu masih aktif di LSM Imparsial yang fokus di bidang Hak Asasi Manusia dan Reformasi Sektor Keamanan, kami juga menerima kunjungan peserta didik Sespimen dan Sespimti, dan berdiskusi kritis dengan mereka," sambungnya.

Poenky melihat, pertemuan dengan mereka justru dapat membuka cakrawala berpikir kedua belah pihak, dan kami menganggap diskusi ini sangat positif.

Di tanya, kembali kepada pertanyaan kunjungan peserta didik Sespimen kepada Presiden RI ke-7?

"Saya menilai hal tersebut positif. Dalam menentukan akan mengunjungi siapa, tentu saja hal tersebut sudah dibicarakan dan disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan pendidikan, " ucap Poengky kembali.

Mantan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini menganggap relevan jika mereka berdiskusi dengan Pak Jokowi. Poengky tidak menganggap hal tersebut menunjukkan keberpihakan Polri pada politik dan loyalitas ganda.

"Dalam mencari ilmu, kita bebas berdiskusi dengan siapapun. Justru jika ada pembatasan seseorang dalam mencari ilmu, hal tersebut yang justru melanggar hak seseorang untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan," ulas wanita jebolan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.

Jika ditanyakan kembali, kenapa tidak mengunjungi mantan-mantan Presiden RI yang lain? mungkin akan dilakukan dalam kunjungan-kunjungan peserta didik lainnya, bisa jadi Sespimen atau Sespimti, dan tergantung juga pada beliau-beliau yang dikunjungi, apakah waktu beliau cocok atau tidak untuk dikunjungi.

" Justru mengapresiasi Presiden ke-7 Bapak Joko Widodo yang membuka diri kepada masyarakat yang ingin berkunjung, termasuk menerima peserta didik Sespimen agar mereka dapat belajar dari beliau," jelasnya.

"Mantan Presiden adalah Bapak/Ibu Bangsa, ilmu dan pengalaman beliau sangat berguna untuk dibagikan dan menguatkan kita," pungkasnya. (tom)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru