SURABAYA (Realita)— Pemerintah Kota Surabaya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan SEAMEO CECCEP (Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting) di Graha Sawunggaling, Selasa (22/4). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas transisi anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) melalui penerapan Modul Gembira.
Modul yang dikembangkan berbasis riset tersebut dirancang untuk memfasilitasi masa transisi pendidikan anak secara menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang sesuai tahapannya. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, yang mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi menjadikan Surabaya sebagai kota pembelajar yang ramah anak.
"Kami memiliki komitmen tinggi terhadap masa depan anak-anak. Modul ini diharapkan dapat mengubah paradigma dan menjadikan masa transisi sebagai fase menggembirakan," ujar Ikhsan.
Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan langkah awal transformasi pendidikan anak di Surabaya, seiring upaya menjadikan kota ini sebagai Kota Layak Anak di tingkat nasional maupun internasional.
Apresiasi terhadap program ini juga disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat PAUD Kemendikdasmen RI, Soripada Harahap. Menurutnya, keberhasilan pendidikan jangka panjang dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini.
“Kolaborasi antarlembaga sangat penting untuk menghasilkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany, Ph.D, menuturkan bahwa Modul Gembira menekankan pentingnya keterlibatan pendidik dan orang tua. Surabaya menjadi kota pertama yang mengimplementasikan modul ini, dengan harapan mampu memberikan dampak luas bagi proses belajar anak-anak.
“Modul ini bertujuan membantu orang tua dan guru memahami strategi transisi yang tepat dari PAUD ke SD, sesuai dengan tahapan perkembangan anak,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya bersama Bunda PAUD Rini Indriyani juga meluncurkan berbagai program perlindungan holistik anak usia dini. Program-program tersebut meliputi Fitur Monitoring 7++ Kebiasaan Anak, konsultasi tumbuh kembang balita oleh dokter anak (Kenari), peluncuran buku Amira dan Gadget, serta Program Rumah Perubahan untuk anak dengan permasalahan sosial.
“Melalui berbagai inovasi ini, kami ingin meningkatkan mutu pendidikan dan perlindungan anak di Surabaya,” kata Bunda Rini.
Ia juga berharap peluncuran buku Amira dan Gadget mampu meningkatkan minat baca anak dan mengurangi ketergantungan terhadap gadget. Selain itu, Rini mengungkapkan rencana kerja sama dengan KemenPPPA RI dalam pembuatan buku edukatif mengenai makanan bergizi bagi anak.
“Cerita sederhana tentang makanan sehat bisa membantu anak-anak lebih menyukai makanan bergizi dan menjauhi junk food, sejalan dengan program nasional Makanan Bergizi Gratis,” pungkasnya.yudhi
Editor : Redaksi