Polisi Ungkap Fakta Kasus Anak Hilang di Depok, Ternyata Bukan Penculikan

DEPOK (Realita) - Kasus dugaan penculikan anak yang sempat viral di media sosial dan membuat heboh warga Depok akhirnya terungkap.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa dari dua anak yang sebelumnya dilaporkan hilang bukan korban penculikan. Kedua anak tersebut adalah CR (12) dan AFB (11).

Keduanya telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya di dua lokasi berbeda.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Yuni S, mengungkapkan bahwa dua laporan kehilangan anak masuk dalam sepekan terakhir, dan langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian.

"Bukan. Jadi kedua anak yang dilaporkan hilang itu bukan korban penculikan," tegas Yuni, Jumat (25/4/2025).

Anak pertama, CR, dilaporkan hilang pada 23 April 2025.

CR diketahui terakhir bermain handphone sepulang sekolah sebelum akhirnya dilaporkan tidak ada di rumah.

Informasi dari tetangga menyebutkan bahwa CR sempat terlihat menaiki angkot dan kemudian ditemukan di Mal Blok M Plaza, Jakarta Selatan.

Salah seorang tetangga yang mengenal CR melihatnya dan berupaya membujuknya pulang, namun ditolak.

"Tetangga akhirnya meminta bantuan keamanan mal dan CR pun diamankan untuk dibawa pulang," jelas Yuni.

Sementara itu, anak kedua, AFB, dilaporkan hilang oleh ibunya setelah tidak pulang dari sekolah.

Namun setelah diselidiki, polisi menemukan bahwa AFB ternyata dititipkan di rumah saudaranya.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa hilangnya AFB merupakan hasil rekayasa yang disarankan oleh ibu tirinya.

Hal ini dilakukan agar ayah kandung AFB bisa datang dan menemuinya.

"Ibunya menyarankan pura-pura hilang agar ayahnya tahu dan mau datang," ungkap Yuni.

Status ibu yang melapor ke polisi ternyata bukan ibu kandung, melainkan ibu tiri dari AFB.

Motifnya diduga agar menarik perhatian ayah kandung AFB yang diketahui sedang berada di Bali.

"Ini rekayasa supaya ayahnya kembali menemui anaknya. Jadi bukan penculikan," ucap Yuni

Saat disinggung apakah ibu tiri AFB akan diperiksa karena memberikan laporan palsu, pihak kepolisian menyatakan masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Unit Reskrim.

"Biasanya akan dimintai keterangan. Kami akan dalami lebih lanjut," ujar Yuni. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru