Ironi Dunia Pendidikan di Depok: SDN Utan Jaya Kembali Digembok, Para Siswa Terdampak

DEPOK (Realita) - Gerbang SDN Utan Jaya Depok, yang terletak di Jalan Utan Jaya, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat kini terbungkus rantai besi dan terkunci rapat oleh gembok tebal.

Pantauan langsung pada Rabu (7/5/2025), menunjukkan tidak ada aktivitas di dalam sekolah.

Gerbang utama dan pintu kecil sama-sama tak bisa diakses.

Warga sekitar, Sumiati, mengungkapkan, jika sekolah sudah digembok sejak kemarin.

"Sudah digembok dari kemarin. Tapi kemarin anak-anak masih bisa masuk lewat pintu kecil. Hari ini semua terkunci," ucap Sumiati.

Sumiati menambahkan, para orang tua telah diberi tahu sejak malam sebelumnya, sehingga pada pagi harinya, para siswa tidak berangkat sekolah.

"Sudah diumumkan dari semalam," singkat Sumiati.

Sekitar pukul 10.00 WIB, aparat gabungan dari Satpol PP, kepolisian, dan TNI mendatangi lokasi.

Namun, kunjungan tersebut hanya berlangsung singkat dan pergi selepas menyelesaikan tugasnya.

Sementara itu, Mochtar, sebagai perwakilan ahli waris, menjelaskan bahwa lahan tempat SDN Utan Jaya berdiri adalah milik keluarganya.

Mochtar menyatakan bahwa keluarganya sudah puluhan tahun menunggu iktikad baik dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah kepemilikan lahan tersebut.

Sudah puluhan tahun, pemerintah enggan membayar sewa maupun membeli lahan tersebut dan hingga kini belum juga ada kejelasan.

"Digembok ini karena saya sudah mengirimkan surat prosedur, namun tidak dihargai," ucap Mochtar.

Mochtar mengungkapkan, keluarganya juga telah beberapa kali dipanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok namun hanya diberikan harapan palsu.

Oleh karena itu, pihak ahli waris akan membuka gembok gerbang SDN Utan Jaya tersebut kalau nantinya sudah menemui kesepakatan dengan Pemkot Depok.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, menuturkan pihaknya masih akan melakukan koordinasi perihal polemik ini dengan pihak terkait.

"Disdik terus koordinasi dengan pihak terkait agar sekolah bisa tetap digunakan untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Sementara anak-anak BDR (Belajar Dari Rumah) sampai situasi kondusif untuk proses pembelajaran," terang Siti ketika dikonfirmasi. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru