SAMPANG (Realita) - Pemkab Sampang tidak tinggal diam setelah menerima informasi kelangkaan LPG 3 kilogram. Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang melakukan investasi di sejumlah kecamatan yang mengalami kelangkaan.
Hasilnya, ditemukan banyak masalah yang terjadi di pangkalan LPG. Hasil temuan Pemkab Sampang tersebut sudah dilaporkan ke Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus. Termasuk adanya pangkalan LPG nakal karena menjual barang subsidi tersebut tidak sesuai wilayahnya.
Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang Abdi Barri mengatakan, pihaknya melakukan investigasi ke beberapa wilayah yang terindikasi terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram. Investigasi dilakukan sejak dua pekan sebelum Hari Raya Idul Adha. Terutama di Kecamatan Camplong, Omben, Karang Penang, Sokobanah, dan Ketapang.
Menurutnya, masalah kelangkaan LPG 3 Kilogram disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, siklus tahunan. Kebutuhan LPG meningkat sejak Ramadan hingga bulan Zulhijah. Faktor lainnya, terdapat pengurangan distribusi LPG di beberapa agen.
”Bulan ini di SPBE terdapat kerusakan mesin. Ini juga berpengaruh pada kelangkaan. Tapi, sudah diperbaiki oleh Pertamina,” tuturnya.
Barri membeberkan, pihaknya juga menemukan berbagai masalah saat melakukan investigasi. Di antaranya, pangkalan tidak memasang nama pangkalan. Pihaknya mencurigai ada upaya dari pangkalan menahan stok LPG. Selain itu, kemungkinan pangkalan menjual LPG di atas harga eceren tertinggi (HET).
Barri mengungkapkan, pihaknya juga menemukan sejumlah kejanggalan di pangkalan. Sebagian pangkalan ketahuan menjual elpiji melon dari luar Sampang. Hal itu diketahui dari warna segel tutup LPG. Hal ini terjadi di wilayah Kecamatan Camplong dan Omben.
Biasanya segel penutup LPG di Sampang berwarna kuning. Di pangkalan wilayah Omben dan Camplong banyak ditemukan berwarna putih dan ungu.
”Setelah kami telusuri, LPG dengan segel penutup warna ungu dan putih itu merupakan milik Kabupaten Pamekasan, Sumenep, dan Bangkalan,” ungkapnya.
Pihaknya sudah melaporkan kejanggalan di pangkalan tersebut pada Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus. Dalam waktu dekat, pihaknya bersama Pertamina bakal melakukan inspeksi mendadak. Sasaran sidak yakni pangkalan dan agen yang masih nakal.
Barri menambahkan, Pemkab Sampang terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan LPG 3 kilogram sesuai kebutuhan masyarakat. Jika masyarakat menemukan pangkalan nakal, bisa melapor pada institusinya. Misalnya, pangkalan menjual LPG di atas HET Rp 18.000.
”Silakan laporkan pada kami atau menghubungi 135,” imbuhnya.
Area Manager Comrel dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sampang. Yakni, untuk menindaklanjuti berkaitan kejanggalan yang ditemukan di beberapa pangkalan.
”Betul, Pemkab Sampang sudah berkoordinasi dengan Sales Branch Manager Wilayah Madura. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan monitoring bersama,” tandasnya.rin
Editor : Redaksi