TEL AVIV - Aver Netanyahu, putra Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, menunda pernikahan gara-gara perang Iran-Israel pecah. Netanyahu lantas mengklaim keluarganya sebagai pahlawan karena "pengorbanan pribadi" atas penundaan pernikahan tersebut.
Alih-alih meraih empati, klaim Netanyahu malah dicibir banyak warga Israel yang menilainya tidak peka dan egois.
Berbicara dengan khidmat di depan Soroka Medical Center yang rusak akibat serangan rudal balistik Iran di Be'er Sheva, Netanyahu membangkitkan semangat Inggris selama Blitz, menyamakan krisis Israel-Iran saat ini dengan pengeboman Perang Dunia II.
"Ini mengingatkan saya pada orang Inggris selama Blitz. Kita sedang mengalami Blitz," katanya, mencoba menarik persamaan antara pengalaman keluarganya dan kesulitan yang dialami orang Israel sehari-hari.
Dia kemudian menunjuk pada penjadwalan ulang pernikahan putranya; Avner Netanyahu—untuk kedua kalinya karena masalah keamanan—sebagai contoh pengorbanan yang telah dilakukan keluarganya.
Dia mencatat bahwa penundaan pernikahan itu juga sangat memengaruhi tunangan Avner dan juga istrinya, Sara Netanyahu, menyebutnya "pahlawan" karena menanggung kekecewaan.
"Ada orang yang terbunuh, keluarga yang berduka atas orang yang dicintai, saya sangat menghargai itu," kata Netanyahu, seperti dikutip The Guardian, Jumat (20/6/2025).
"Kita masing-masing menanggung biaya pribadi, dan keluarga saya tidak terkecuali," ujarnya.
Komentar tersebut, yang disampaikan dengan latar belakang Soroka Medical Center, disambut dengan cemoohan di dunia maya dan di seluruh spektrum politik Israel.
Para kritikus menuduh Netanyahu tidak peduli secara emosional dengan realitas perang dan lebih mengutamakan citranya sendiri daripada penderitaan masyarakat.
Israel mengatakan 24 warga sipilnya telah tewas sejauh ini dalam perang melawan Iran. Kelompok hak asasi manusia di AS memperkirakan jumlah korban tewas warga sipil Iran sedikitnya 263 setelah serangan udara mendadak Israel.
Kemarahan publik meningkat setelah laporan menunjukkan Netanyahu berencana untuk mengambil cuti untuk pernikahan putranya, yang ditetapkan pada hari Senin meskipun permusuhan dan ancaman protes antipemerintah terus berlanjut.
Pernikahan tersebut awalnya direncanakan pada bulan November tetapi dibatalkan karena masalah keamanan.
Anat Angrest, yang putranya disandera di Gaza sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, menanggapi dengan tegas: "[Anak] saya telah berada di ruang bawah tanah Gaza yang mengerikan selama 622 hari sekarang," tulis Angrest di X.
Gilad Kariv, anggota Knesset dari Partai Demokrat, menyebut Netanyahu sebagai "narsisis tanpa batas", seraya menambahkan: "Saya mengenal banyak keluarga yang tidak dipaksa untuk menunda pernikahan, tetapi sekarang tidak akan pernah merayakan pernikahan yang seharusnya dilangsungkan."
Kariv juga menepis pujian Netanyahu terhadap istrinya: "Para dokter yang meninggalkan rumah untuk shift malam adalah pahlawan," kata Kariv.
"Para guru yang menjaga anak-anak kita tetap bersama melalui Zoom dan panggilan telepon adalah pahlawan," paparnya.
Jurnalis Amir Tibon juga menyuarakan kritik, dengan mengatakan, "Tetapi tidak ada yang mengejutkan dengan Netanyahu."
"Bahkan di saat-saat ketika contoh pribadi sangat dibutuhkan, dia pertama-tama dan terutama peduli dengan dirinya sendiri," imbuh dia.new
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-40008-tunda-nikah-akibat-perang-iranisrael-netanyahu-sebut-putranya-pahlawan