Wartawan Dilarang Liput GERMAS karena Kepala Desa Sedang Pusing

ANYER (Realita) – Dunia jurnalistik kembali diuji dengan sikap tidak profesional dari aparat desa.

Kamis (26/6/2025), sebuah peristiwa ironis terjadi di Desa Kosambi Ronyok, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

Awak media yang hendak meliput kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) justru ditolak mentah-mentah oleh aparat desa hanya karena alasan yang tak masuk akal: kepala desa sedang pusing.

Larangan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa Kosambi Ronyok, Ahmad. Dengan santai ia berkata kepada wartawan, "Punten pak, enggak usah diliput kegiatan ini, Pak Kadesnya lagi pusing," selorohnya.

Sikap ini bukan hanya mencederai semangat transparansi, tapi juga secara terang-terangan melanggar hak publik atas informasi. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, bahwa setiap warga negara berhak mengetahui kebijakan publik, termasuk kegiatan yang bersumber dari anggaran negara seperti GERMAS.

Serta dikutip Inpres No. 1 Tahun 2017 mendorong keterlibatan masyarakat luas. Menutup kegiatan dari media bisa menimbulkan kecurigaan publik, dan berpotensi menyulut isu penyalahgunaan anggaran.

GERMAS adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Pelaksanaannya menggunakan dana negara, dan sudah seharusnya terbuka bagi pengawasan publik. Alih-alih menyambut wartawan sebagai mitra informasi, pihak desa justru menutup pintu informasi dengan alasan yang menggelikan.

Apakah “pusing” seorang kepala desa dapat dijadikan alasan sah untuk membungkam kebebasan pers?

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah ada sesuatu yang ingin ditutupi oleh pihak desa? Mengapa peliputan program publik harus ditolak?

Jurnalis bukan musuh pembangunan. Justru mereka adalah pengawal demokrasi, yang memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pemerintah berjalan di jalur yang benar. Menolak wartawan sama saja dengan menolak transparansi.

Pihak kecamatan maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang perlu turun tangan. Sikap seperti ini tidak boleh dibiarkan lestari. Jika dibiarkan, di mana birokrat seenaknya menutup akses informasi dengan alasan sepele.fauzi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Real Madrid Bidik Juergen Klopp

MADRID  (Realita)- Real Madrid sementara mempercayakan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih menggantikan Xabi Alonso. Madrid incar Juergen Klopp atau Enzo …