PONOROGO (Realita)- Sistem keamanan Barcode Pertamina untuk pengisian BBM bersubsidi dipertanyakan. Hal ini setelah syarat utama untuk mengisi BBM subsidi itu diduga disalahgunakan, kasus ini pun viral di media sosial Facebook.
Dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi ini diungkap oleh akun facebook @Andhi Lubis. Dalam postingannya di salah satu grob facebook, Andhi menuliskan bahwa barcode Pertamina dengan Nopol kendaraan : L 1083 TZ milik nya digunakan oleh orang lain, yang kemudian dipakai untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU Pertamina yang ada di Pasar Pon Kota Ponorogo.
Dalam rekaman CCTV SPBU, pelaku yang menggunakan mobil carry tampak memasuki SPBU untuk mengisi BBM Subsidi jenis Pertalite sekitar pukul 03.48 pada Kamis (07/08/2025) dini hari kemarin. Dari komentar di postingan ini, pelaku diduga melakukan pengisian berkali-kali saat itu.
" Mas² se sing rumongso ngisi BBM nok pom bensin pasar pon.
Mas kuwi duduk hakmu barkot sing mbok gae...kok iso2 ngawe barkotte uwong....nyusahne uwong...terus²no mas lek lakon uripmu kepenak terus...
Kuwi barkotku mas kok iso mbok srobot...trah gatel klakuamu koyo asu mas.duduk hakmu mbok gawe," tulis akun @Andhi Lubis di postingannya tersebut.
Sejak diposting pada 18 jam lalu, postingan ini telah mendapat 473 komentar, 382 line dan 8 kali dibagikan.
Salah satu akun @Toni Sugiharto yang berkomentar di postingan ini menuding petugas SPBU main mata. Pasalnya tidak melakukan pencocokan nomor plat mobil dengan barcode yang digunakan. Apalagi pembelian BBM subsidi mencapai Rp 740 ribu.
" Berarti petugas spbu juga salah gak dicocokan dengan jenis kendaraan + plat ," tulisnya.
Parahnya pihak pertamina yang dikonfirmasi terkait kasus ini enggan berkomentar. Ia malah memberikan nomor desk help MIGAS.
" Iya pak, itu utk pelaporan semua d situ pak," Jawab salah satu petugas Pertamina Wilayah Kediri bernama Samsul yang dihubungi redaksi.
Hingga berita ini diturunkan pihak SPBU Pasar Pon belum bisa dikonfirmasi. znl
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-41475-viral-barcode-pertamina-diduga-disalahgunakan-di-ponorogo