CILEGON (Realita) - Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, menuai perhatian publik. Pasalnya, lahan yang digunakan sebagian berasal dari tanah kejaroan (tanah bengkok) serta tanah milik warga yang hingga kini kabarnya masih ada yang belum menerima pembayaran ganti rugi.
Berdasarkan penelusuran Realita.co pada Selasa (12/8/2025) malam, warga setempat menyebut bahwa lahan tersebut dulunya merupakan tanah kejaroan.
“Dulu tanah kejaroan, sekarang tanah negara. Untuk pelebaran jalan, ada tanah warga yang terkena sekitar empat meter,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Lurah Taman Baru, Furkon, menegaskan bahwa seluruh lahan tersebut kini tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Cilegon. Ia menjelaskan, proses peralihan terjadi sekitar tahun 2007 saat status desa berubah menjadi kelurahan.
“Semua aset tanah bengkok sudah diserahkan ke Pemkot Cilegon dan disertifikatkan. Untuk hak warga yang terkena pelebaran jalan, pembayarannya masih dalam proses,” jelasnya.
Furkon menambahkan, pelebaran jalan dilakukan dari lebar dua meter menjadi tujuh meter sesuai rencana pemerintah. Namun, penyelesaian administrasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait sertifikat masih tertunda. “Sampai sekarang masih proses,” ujarnya.
Meski diwarnai persoalan lahan, keberadaan SMPN 14 dinilai membawa manfaat bagi masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, sejak SMPN 14 berdiri, siswa di wilayah kita bisa tertampung. Mudah-mudahan ke depan bisa bertambah,” imbuh Furkon.
Sementara itu, Ketua Badan Pemantau dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (BP2 Tipikor) Lembaga Aliansi Indonesia, Agus Gultom, menyoroti aspek administrasi aset.
“Harus jelas, apakah ada penghapusan aset desa dan peralihan menjadi aset Dinas Pendidikan, serta apakah berita acara peralihannya sudah dibuat. Ini penting untuk transparansi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan proses penyelesaian baik untuk sertifikasi lahan maupun pembayaran ganti rugi kepada warga yang terdampak.fauzi
Editor : Redaksi