Praktisi Hukum Kritik MA: Penempatan Itong di PN Surabaya Lukai Rasa Keadilan

SURABAYA (Realita)– Keputusan Mahkamah Agung (MA) mengangkat kembali mantan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaini Hidayat, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di PN Surabaya menuai sorotan tajam. Praktisi hukum Richard Handiwiyanto menilai langkah tersebut melukai perasaan masyarakat dan mencoreng upaya peradilan membangun integritas.

“Bayangkan, mantan hakim ini pernah bermasalah di PN Surabaya. Dia membuat citra buruk lembaga peradilan karena ulahnya yang merusak tatanan hukum. Tapi sekarang diberi kesempatan kembali duduk di PN Surabaya, meskipun bukan sebagai hakim,” kata Richard, Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, MA sebaiknya meninjau ulang Surat Keputusan (SK) penempatan Itong. Keputusan ini dianggap tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kegelisahan publik.

“Kalau memang ingin memberi kesempatan secara kemanusiaan, sebaiknya ditempatkan di luar pulau atau daerah terpencil. Bukan di PN Surabaya yang sorotan publiknya sangat tinggi,” lanjut Richard.

Kontroversi pengangkatan Itong ini menambah panjang daftar persoalan di tubuh lembaga peradilan, khususnya terkait komitmen pemberantasan korupsi.

Kekhawatiran juga disampaikan Billy Handiwiyanto, kuasa hukum Nany Widjaja, penggugat dalam perkara perdata Nomor 273/Pdt.G/PN.Sby melawan PT Jawa Pos. Pasalnya, Itong kini menjadi kuasa hukum salah satu tergugat, Edhi Susanto.

“Saya khawatir kejadian lama terulang lagi. Saya pernah berhadapan langsung dengan Itong pada kasus tahun 2022. Saat itu, dia diduga akan memutus pembubaran PT Soyu Giri Primedika, meskipun permohonan itu diajukan oleh pihak yang bukan pemegang saham. Untung saja KPK melakukan OTT sehingga putusan itu tidak sempat keluar,” ujar Billy.

Billy menegaskan tidak memiliki masalah pribadi dengan Itong dan mengakui haknya mendapat kesempatan kedua sebagai pengacara. Namun ia berharap penempatan Itong di PN Surabaya tidak menimbulkan konflik kepentingan dalam perkara yang sedang berjalan.

“Saya harap MA melakukan evaluasi total dan lebih mendalam terhadap penempatan Pak Itong di PN Surabaya,” tegas Billy.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dikartu Merah, Conte Murka 

ROMA (Realita) - Pelatih Napoli Antonio Conte dikartu merah saat melawan Inter Milan. Ia kemudian juga terlihat ngamuk di depan muka ofisial pertandingan.Laga …