JEMBER (Realita)– Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah pondasi kemajuan bangsa, baik itu di Desa maupun di wilayah Perkotaan, terutama di Kabupaten Jember.
Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan reses di Hotel Syariah 91, Jalan Mataram, Kaliwates, Jember, pada Kamis sore.
Agung menuturkan, reses kali ini difokuskan untuk menyinkronkan aspirasi masyarakat desa dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
“Tujuannya agar keinginan masyarakat bisa tersampaikan dan masuk dalam program pembangunan,” jelasnya, Kamis (28/08/2025).
Ia mengundang berbagai pihak, mulai dari masyarakat, kepala desa, Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Desa (TP3D), hingga perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Menurutnya, forum seperti ini penting untuk menyatukan pandangan dan kebutuhan lapangan dengan program pemerintah.
Agung mengakui masih banyak desa di daerah pemilihannya yang membutuhkan perbaikan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan. Namun ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait kewenangan pembangunan. “Ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa, ada juga yang menjadi kewenangan Pemkab. Ini harus dipahami bersama,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pembangunan jalan desa tidak bisa dibebankan kepada Pemkab karena merupakan kewenangan pemerintah desa. Sementara infrastruktur yang lebih besar, seperti jalan kabupaten atau jembatan besar, masuk ranah Pemkab. Dengan pemahaman tersebut, aspirasi masyarakat dapat lebih tepat sasaran.
“Harapan kami, aspirasi yang muncul bisa kami serap lalu difasilitasi. Tugas kami menyampaikan langsung kepada Pemkab,” tambahnya.
Dalam reses tersebut, sejumlah aspirasi muncul dari para kepala desa. Salah satunya dari Sutejo, Kepala Desa Curah Malang, Kecamatan Rambipuji. Ia meminta perhatian serius terhadap kondisi jembatan penghubung Dusun Gumuksari dan Krajan.
“Jembatan itu masih dari kayu dan dibangun swadaya masyarakat. Kondisinya rawan rusak, padahal digunakan setiap hari, terutama oleh anak-anak sekolah,” kata Sutejo.
Ia berharap jembatan tersebut segera dibangun permanen agar lebih aman dan tahan lama. Menurutnya, jika dibiarkan, potensi kerusakan bisa menghambat akses warga desa.
Reporter : Ambang Hari Laksono
Editor : Redaksi