Mahfud MD Minta UGM Tak Mati-matian Bela Jokowi

JAKARTA (Realita) - Ketua Dewan Pakar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Mahfud MD menyentil UGM yang masih terus-terusan pasang badan dalam kisruh keaslian ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Mahfud meminta pihak UGM untuk setop memberi penjelasan mengenai ijazah Jokowi yang disebut palsu.

Hal tersebut disampaikan Mahfud saat menjawab pertanyaan host Rizal Mustary di siniar 'Terus Terang' pada kanal YouTube Mahfud MD Official, Kamis (28/8/2025).

"Menurut saya UGM, sudahlah, melakukan penjelasan cukup kemarin. Sudah penjelasan. Jangan ikut lagi menjelaskan. Jadi begini, sebulan lalu ketika Prof Kuncoro itu ramai disorot oleh publik, kemudian tampil di salah satu televisi, saya beritahu bahwa UGM itu bilang mengeluarkan ijazah untuk orang bernama Joko Widodo, ini buktinya, ini buktinya. Sudah cukup itu saja," ujar Mahfud.

Mahfud menegaskan, urusan UGM hanya sampai sebatas ketika mereka menerbitkan ijazah Jokowi. Jika memang ijazah Jokowi itu dipalsukan dan dipakai oleh orang lain di luar sana, maka itu sama sekali bukan urusan UGM.

Maka dari itu, Mahfud meminta pihak UGM tidak lagi membela mati-matian keaslian ijazah Jokowi. "UGM jangan terlalu mati-matian membela. Jangan kesan membela," tegasnya.

Mahfud menyampaikan jika memang betul ijazah tersebut palsu, maka itu urusan polisi, bukan UGM. 

"Misalnya nih saya Mahfud alumni UGM, misalnya ijazah saya digunakan anak saya, UGM tidak perlu tahu. Itu urusan hukum. Kalau saya salah, saya ditangkap dengan polisi, bukan UGM-nya yang dipersoalkan. Kan gitu saja," imbuhnya.

UGM kembali bicara ijazah Jokowi Enam hari lalu, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali meluruskan isu mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Rektor UGM Ova Emilia memastikan bahwa Jokowi adalah lulusan resmi Fakultas Kehutanan UGM dan telah menerima ijazahnya pada tahun 1985.

"Kami punya data dan bukti bahwa Bapak Joko Widodo adalah resmi menjadi lulusan dari UGM dan juga sudah diberikan tanda kelulusannya kepada yang bersangkutan," ungkap Ova dalam video klarifikasi yang dibagikan Humas UGM kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).

Dalam podcast tersebut, Ova tampil bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Wening Udasmoro serta Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta, dipandu Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana.

Ova menjelaskan, kampus memiliki dokumen lengkap dan prosedur jelas terkait penyimpanan data kelulusan.pas

Editor : Redaksi

Berita Terbaru