SURABAYA (Realita)– Organisasi Masyarakat Horas Bangso Batak (HBB) kini resmi hadir di Jawa Timur dengan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Pelantikan dan penyusunan kepengurusan digelar pada Sabtu (3/5/2025) di Resto Gaol, Jalan Manukan Lor II, Surabaya.
Advokat kondang Jawa Timur, Hopaldes Pirman Panaili dipercaya sebagai Ketua DPD HBB Jatim. Posisi Sekretaris diisi oleh Rudy Yoseffin Situmorang, sementara Bendahara dijabat Rouli Dame Marbun, SH yang sekaligus menjadi representasi perempuan di jajaran pengurus inti.
“Meski digelar malam hari, teman-teman sesama suku Batak dari enam puak – Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola – hadir dengan semangat solid membesarkan organisasi ini,” kata Hopaldes Pirman kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).
Adapun susunan pengurus harian dan bidang-bidang di DPD HBB Jatim antara lain:
Wakil Ketua I: Jhon Ferry Saragih
Wakil Ketua II: Adeklan Saragih
Wakil Sekretaris: Daniel Dasner Sitorus, S.AP
Wakil Bendahara: Endang Darmawan Marpaung, SH
Bidang organisasi juga melibatkan tokoh-tokoh Batak di Jawa Timur, mulai dari Herman Hutabarat (Bidang Organisasi, Kaderisasi, Keanggotaan), Ridwan Obet Panjaitan, SH (Bidang Hukum dan HAM), hingga Saur Marbun, Ir., M.Si (Bidang Adat dan Kebudayaan).
Dukungan Pusat dan Pemerintah
Ketua Umum DPP HBB, Lamsiang Sitompul, SH, MH, menegaskan bahwa kehadiran HBB di Jawa Timur merupakan langkah strategis dalam mempererat persaudaraan, mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat toleransi dan kebinekaan.
“Organisasi masyarakat seperti HBB diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah provinsi serta DPRD Jawa Timur, bukan hanya menjaga persatuan tetapi juga mengambil peran dalam pembangunan,” ujar Lamsiang.
Turut hadir dalam acara pelantikan antara lain Kolonel M. Sati Lubis (Pangkarmada), Doni Nugroho Santoso (Bangkes Bangpol), serta Yordan M. Batara Goa, anggota DPRD.
Sekilas Tentang HBB
Horas Bangso Batak berdiri sejak 10 Oktober 2019 berdasarkan izin resmi Kementerian Hukum dan HAM. Organisasi ini lahir dari keprihatinan atas maraknya diskriminasi terhadap masyarakat Batak.
Tujuan HBB antara lain melestarikan adat dan budaya Batak, meningkatkan harkat martabat orang Batak, mendukung pembangunan nasional, serta menyiapkan kader muda untuk kemajuan bangsa.yudhi
Editor : Redaksi