DEPOK (Realita) - Sejumlah buruh di Kota Depok bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar aksi damai sebagai wujud komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Aksi tersebut dilanjutkan dengan bersih-bersih Pos Polisi (Pospol) di kawasan kolong flyover UI yang sempat dirusak massa beberapa waktu lalu.
Wido Pratikno, salah satu perwakilan buruh menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk komitmen buruh untuk menjaga kedamaian dan ketertiban di tengah dinamika nasional.
“Selama ini di daerah lain terjadi kerusuhan dan aksi anarkis. Alhamdulillah, di Depok situasi aman, kondusif, dan terkendali. Kami buruh bersyukur tidak terprovokasi oleh dinamika di daerah lain, termasuk Jakarta,” ujar Wido kepada wartawan, Jumat (5/9/2025).
Menanggapi aksi anarkis di beberapa wilayah, termasuk perusakan fasilitas umum seperti Pospol di Kota Depok, Wido mengatakan bahwa buruh Kota Depok memegang teguh prinsip tidak melakukan anarkisme.
Wido pun mencontohkan pengalamannya saat berada di DPR RI salam aksi demonstrasi buruh pada tanggal 28 Agustus 2025 lalu.
“Polisi itu juga rakyat Indonesia, ojol juga rakyat Indonesia. Kalau terjadi bentrokan, yang jadi korban tetap rakyat Indonesia sendiri. Inilah yang membuat kaum buruh prihatin,” terang Wido.
“Kami buruh di Kota Depok menyayangkan perusakan itu. Polisi juga melayani masyarakat, termasuk kaum buruh. Kalau fasilitas rusak, yang rugi tetap rakyat. Pemerintah membangun kembali dengan anggaran negara,” sambung Wido.
Menurut Wido, aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional, tetapi harus dijalankan tanpa merusak, tanpa melukai, dan tanpa mengganggu kepentingan umum.
Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri, memberikan apresiasi tinggi kepada Forum Serikat Pekerja atau buruh Kota Depok.
Supian menilai aksi damai yang digagas buruh adalah simbol cinta terhadap Kota Depok.
“Terima kasih kepada rekan-rekan buruh yang menginisiasi kegiatan ini. Ini menjadi simbol bahwa kita mencintai kota kita. Kejadian yang kemarin sudah kita perbaiki bersama. Harapannya, tidak ada lagi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan,” tutur Supian.
Selain itu, Supian juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda serta seluruh pihak yang mendukung terciptanya suasana aman dan kondusif di Depok.
“Kondusivitas ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat, tokoh, dan seluruh warga Kota Depok,” tambah Supian.
Disisi lain, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, juga mengapresiasi langkah buruh Depok yang menginisiasi deklarasi damai.
Kapolres menegaskan bahwa keamanan dan kedamaian akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Dengan situasi Kota Depok yang aman dan kondusif, tentu investor akan tertarik masuk. Ketika investor masuk, lapangan pekerjaan terbuka, taraf hidup buruh dan masyarakat juga meningkat. Ini harus kita jaga bersama-sama,” tutup Kapolres. Hry
Editor : Redaksi