CILEGON (Realita) – Proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN Bendungan 1, Kota Cilegon, tengah menuai sorotan. Pemasangan atap baja ringan pada bangunan tersebut dipertanyakan oleh seorang ahli yang memiliki sertifikat di bidang konstruksi baja ringan.
TB, seorang praktisi sekaligus pemegang sertifikat ahli baja ringan, mengungkapkan keraguan terhadap lebar rangka atap yang dipasang dengan ukuran 100 cm.
“Biasanya kalau atap baja ringan, jarak antar rangka (Lebar) lebih baik di bawah 100 cm untuk ,” ujar TB saat dimintai tanggapan, Sabtu (20/9/2025).
Ia menambahkan, setiap pekerjaan konstruksi semestinya melibatkan Ahli yang memeiliki lisensi agar hasil sesuai standar dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.
" Coba tanyakan ada g Lisensi tenaga Ahli saat dikerjakan, untuk semua kontraktor harus memiliki Lisensi tenaga Ahli". TB menambahkan.
Sebelumnya, pihak lapangan yang mengaku sebagai mandor membenarkan bahwa lebar baja ringan yang dipasang memang mencapai 100 cm.
“Ya, ukurannya 100 cm,” katanya saat dikonfirmasi pada Selasa (16/9/2025).
Detail Proyek
Proyek yang sedang berlangsung di SDN Bendungan 1 ini merupakan bagian dari Paket Pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kelas dengan nilai kontrak mencapai Rp198.238.239,96.
Pelaksana: PT Zeeshan Indo Perkasa
Konsultan Pengawas: PT Wahana Muda Konsultan
Nomor Kontrak: 000.3.2/68/SPK-PTKM&Dikdas-SD/Dindikbud/2025
Tanggal Kontrak: 28 Agustus 2025
Waktu Pelaksanaan: 60 hari kalender
Sumber Dana: DAU/APBD Kota Cilegon.Fauzi
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-42696-pekerjaan-atap-baja-ringan-di-sdn-bendungan-1-cilegon-dipertanyakan