Universitas Terbuka Gelar The 7th OSC 2025: Dorong Inovasi Digital untuk Inklusivitas Sosial

TANGSEL (Realita)- Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan perannya sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka di Indonesia dengan sukses menyelenggarakan The 7th Open Society Conference (OSC) 2025.

Konferensi internasional ini mengusung tema “Collaborative Digital Transformation for Social Inclusion: Innovations, Equity, and Global Lessons” yang menyoroti pentingnya kolaborasi dan inovasi digital dalam memperkuat keadilan sosial di era teknologi.

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 14 Oktober 2025 berlangsung secara hybrid di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dan menghadirkan, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Turut hadir pula jajaran pimpinan UT, antara lain Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku Wakil Rektor I Universitas Terbuka, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si. selaku Dekan FHISIP UT, serta Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si. selaku Wakil Dekan I FHISIP UT.

Ajang Kolaborasi Akademisi Dunia

Ketua Panitia OSC 2025, Husna Putri Pertiwi, S.S.T., M.B.A menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari tridarma perguruan tinggi, khususnya bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Hasil-hasil riset yang dihasilkan oleh para akademisi harus bisa diterapkan di masyarakat dan disosialisasikan melalui forum seperti ini,” ujarnya.

Konferensi ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan strategi dan pembelajaran global mengenai inovasi digital yang berkeadilan sosial. Tahun ini, panitia menerima 132 abstrak dan 113 full paper dari berbagai institusi nasional dan internasional.Sebanyak 104 artikel berasal dari Indonesia, sedangkan sisanya dari Spanyol, Uni Emirat Arab, Taiwan, Malaysia, Irlandia, dan India.

Total 113 presenter berpartisipasi, terdiri dari 13 peserta dari Universitas Mulawarman (co host), 30 dari Universitas Terbuka, dan 70 dari berbagai universitas terkemuka seperti Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, dan Universitas Jenderal Soedirman.Selain dari dunia akademik, peserta juga datang dari industri, termasuk PT PLN Energi Primer Indonesia.

*Hadirkan Enam Pembicara Internasional*

Selain keynote speech dari Sandiaga Uno, konferensi ini juga menghadirkan enam pembicara internasional terkemuka, yakni:

1. Prof. Dawn Mannay – Cardiff University (Inggris)

2. Prof. Dr. Liu, Day-Yang – National Taiwan University of Science & Technology

3. Prof. Dr. Darmanto, M.Ed. – Universitas Terbuka

4. Hanna Keraf – Founder Du Anyam

5. Dr. Nik Norliati Fitri Md Nor, Ph.D. – Universiti Sains Malaysia

6. Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. - Wakil Rektor I Universitas Terbuka


Dalam sesi internasional, Prof. Liu, Day-Yang menyoroti peran penting teknologi digital bagi kemajuan bangsa.

“Saya telah berkunjung ke Indonesia lebih dari sepuluh kali dan melihat perkembangan luar biasa, terutama dalam bidang ekonomi dan pendidikan.Transformasi digital kini menjadi kunci untuk masa depan,” tuturnya.

*Transformasi Digital untuk Masyarakat Inklusif*

Dekan FHISIP UT, Dr. Meita Istianda menyampaikan, bahwa konsep open society sejalan dengan semangat Universitas Terbuka untuk memperluas akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.

“Open society berarti masyarakat terbuka memberikan ruang yang sama bagi inklusivitas dan keadilan sosial. Universitas Terbuka hadir untuk membuka akses pendidikan tanpa batas,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Irsanti Widuri Asih menambahkan bahwa metode riset kreatif dalam ilmu sosial menjadi cara efektif mengeksplorasi isu-isu yang sering diabaikan.

“Kami ingin menyoroti kelompok marginal, anak-anak, dan perempuan sebagai bagian penting dari transformasi sosial di era digital,” ungkapnya.

*Kolaborasi dan Dukungan Internasional*

OSC 2025 diselenggarakan oleh Universitas Terbuka bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia (USM) dan Universitas Mulawarman sebagai co host. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan World Scientific Publishing dan IDSCIPUB sebagai mitra publikasi internasional, serta didukung oleh sponsor utama seperti ParagonCorp, PT Gramedia, Moratelindo, Bank BTN, BRI, Mandiri, BSI, dan Pos Indonesia.

*Menuju Pendidikan Digital Berkeadilan*

Dalam sesi penutupan, panitia menegaskan bahwa Open Society Conference bukan sekadar forum akademik tahunan,melainkan langkah nyata UT dalam memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin dan menghasilkan kebijakan berbasis bukti untuk masyarakat yang lebih inklusif.

“Ilmu sosial memiliki peran vital untuk mendampingi proses digitalisasi agar tetap berpihak pada kemanusiaan,” ujar Husna Putri Pertiwi, menutup konferensi.

Dengan semangat kolaboratif, Universitas Terbuka berkomitmen terus memperluas jejaring internasional serta memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keadilan sosial di era digital.(Ang)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru