BATAM (Realita)- Aeorang penjual bakso, Aven (48), memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang menyedihkan. Ia ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya di Botania Garden, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Sabtu, 1 November 2025 dini hari, sekitar pukul 04.30 WIB. Saat hendak berangkat salat Subuh, seorang tetangga melihat Aven tergantung di dalam rumah. Warga setempat lalu bergegas melaporkan kejadian itu kepada Polsek Batam Kota.
Petugas pun segera datang untuk memeriksa lokasi, meminta keterangan saksi, dan mengamankan TKP. Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, mengonfirmasi peristiwa ini melalui Kanit Reskrim, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi.
"Benar, korban ditemukan dalam kondisi leher terjerat tali. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya," jelas Bobby.
Namun, yang membuat hati teriris, sebelum wafat, Aven sempat mengirim pesan singkat kepada anaknya. Isinya singkat namun penuh beban: "Maafin ayah ya nak, belum bisa merawat kamu sampai dewasa."
Kata-kata itu menjadi pesan terakhirnya, sebuah permintaan maaf yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Jenazah Aven telah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan sekitar dan memperkuat ketahanan mental serta spiritual.
"Mari kita saling menjaga. Tingkatkan keimanan sesuai keyakinan masing-masing, agar tragedi seperti ini tidak terulang," pesan Iptu Bobby.ang
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-44060-pesan-terakhir-penjual-bakso-di-sebelum-akhiri-hidup-maafin-ayah-nak