Diduga Ada Pungli Kepada Pelaku UMKM Car Free Day Gresik, Disparekrafbudpora Bakal Sanksi

GRESIK (Realita) - Praktik Pungutan Liar (Pungli) diduga dilakukan oknum pengelola Car Free Day (CFD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kepada sejumlah pelaku UMKM yang berjualan di area tersebut.

Menurut penggerak UMKM Gresik, M. Ismail Fahmi, sesuai AD/ART setiap pelaku usaha wajib membayar biaya pendaftaran perorangan sebesar Rp. 50.000 dan 100.000 untuk komunitas agar mendapatkan nomor antrian berjualan di CFD.

Namun diduga ada oknum yang melakukan permintaan antara Rp. 300.000–Rp500.000 dengan maksud agar pedagang bisa langsung berjualan tanpa harus menunggu antrian panjang.

“Pelaku UMKM yang mendaftar resmi sudah antre sejak tahun 2023 dan jumlahnya kini mencapai sekitar 100-an pelaku usaha. Tapi ada oknum pengurus CFD menawarkan Jalur Ekspres tanpa antri dengan bayar lebih mahal dan transfer ke rekening pribadi,” kata Fahmi kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

Lebih lanjut, Fahmi megatakan telah menelusuri bersama sejumlah ketua UMKM dan Aktifis UMKM termasuk Mas Memet dari wilayah utara.

“Rekening paguyuban CFD itu ada. Tapi kok yang dipakai rekening pribadi? Itu yang jadi pertanyaan,” ungkapnya.

Fahmi mengaku telah menyampaikan keluhan ini kepada Disparekrafbud Kabupaten Gresik, dan meminta agar sistem pendaftaran dan antrian segera ditertibkan.

“Ini menyangkut UMKM. Harusnya dibina sesuai dengan semangat Nawa Karsa Pemkab Gresik (Bela Beli Produk UMKM). Tapi ternyata masih ada dugaan suap-menyuap di lingkup CFD yang berada langsung di bawah Disparekrafbud,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik, Saifudin Ghozali, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya sudah memerintahkan agar menelusuri kebenaran laporan tersebut, dan menjatuhkan sanksi apabila terbukti benar.

“Prinsipnya, kita sudah meminta menelusuri berita itu benar atau tidak ke paguyubannya. Kita kasih waktu sampai 2 sampai 3 hari ke depan. Kalau memang ada oknum tersebut adalah benar, maka kita akan meminta yang bersangkutan untuk dikasih sanksi tegas, bahkan dinonaktifkan saja,” tegas Ghozali kepada wartawan.

Reporter : M. Yusuf Al Ghoni

Editor : Redaksi

Berita Terbaru