Kemenkes Genjot Pembenahan Sistem Emergency, Tekankan Peningkatan Mutu dan Ketersediaan SDM Kesehatan

SURABAYA (Realita) – Pemerintah menaruh perhatian besar pada peningkatan pelayanan kesehatan nasional, khususnya pada sistem kegawatdaruratan yang dinilai masih belum berjalan optimal. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki layanan emergency secara menyeluruh agar rumah sakit di Indonesia mampu merespons kondisi kritis dengan lebih cepat dan tepat.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyampaikan bahwa pembenahan ini menjadi prioritas karena sistem emergency saat ini belum memenuhi standar yang ideal.

“Kementerian Kesehatan serius melakukan pembenahan sistem kegawatdaruratan. Saat ini sistem ini masih belum berjalan optimal, maka harus kita optimalkan,” ujarnya dalam acara Advance in Life Saving Emergency Respons and Training di Surabaya.

Azhar juga mengingatkan bahwa rumah sakit vertikal dan rumah sakit rujukan memiliki tanggung jawab sebagai pengampu layanan kesehatan. Mereka diminta membimbing dan melatih jejaring rumah sakit lain untuk meningkatkan mutu pelayanan, terutama pada sembilan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, dan stroke.

“Kalau mau baik sendiri, maju sendiri, jangan jadi RS Kemenkes,” tegasnya.

Kebutuhan Tenaga Kesehatan Masih Tinggi

Tantangan lain yang dihadapi Indonesia adalah keterbatasan jumlah fasilitas kesehatan dan luasnya jarak tempat tinggal masyarakat dari rumah sakit. Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga kesehatan terus meningkat. Hal itu disampaikan Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha M. L. Siahaan, dalam Symposium dan Workshop Acute Life Emergency Response Training (ALERT), Minggu (23/11/2025).

“Jumlah rumah sakit dibandingkan jumlah penduduk Indonesia masih sangat kurang. Banyak masyarakat tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, sehingga kebutuhan tenaga kesehatan masih sangat besar,” katanya.

Pelatihan ALERT sendiri diikuti 443 peserta yang terdiri dari mahasiswa kedokteran, dokter umum, residen, perawat, hingga dokter spesialis dari berbagai bidang seperti obgyn, kardiologi, paru, dan mata. Peserta mendapatkan pembekalan teknis dan praktik langsung untuk memperkuat kompetensi dalam menghadapi kondisi medis kritis.

Selain peningkatan keterampilan, pelatihan ini menekankan pentingnya kerja sama lintas profesi. Kolaborasi antar tenaga kesehatan dinilai penting untuk mempercepat respons penanganan kasus emergency.

“Forum ini sekaligus mendorong generasi muda untuk terus memperbarui kompetensi sebagai calon tenaga ahli kesehatan masa depan,” tambah dr. Martha.

Respons Cepat dan Teknologi Medis

Workshop ALERT juga berfokus pada peningkatan response time—mulai dari penanganan awal hingga penyelamatan akhir, termasuk untuk korban bencana. Di tengah ketimpangan fasilitas kesehatan antarwilayah, peningkatan kualitas SDM medis menjadi faktor penting yang tidak dapat ditunda.

Sementara itu, Dokter Spesialis Ortopedi Tulang Belakang RS Kemenkes Surabaya, dr. Luthfi Gatam, menegaskan bahwa perkembangan teknologi seperti robot medis tidak dapat menggantikan peran tenaga kesehatan.

“Robot hanya alat penunjang, bukan pengganti peran manusia. Sampai hari ini robot medis tetap memerlukan tenaga kesehatan yang mengoperasikannya,” jelasnya.

Dorong Akreditasi dan Standar Internasional

Plh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian Kemenkes, Warno Hidayat, menyebut pelatihan ALERT sebagai langkah strategis dalam peningkatan standar pelayanan kesehatan nasional. Ia mendorong RS Kemenkes Surabaya untuk meraih akreditasi nasional hingga paripurna.

“Program pelatihan seperti ini adalah langkah menuju standar pelatihan internasional,” ujarnya.

Dengan berbagai program pelatihan dan pembenahan sistem emergency, pemerintah berharap kualitas layanan kesehatan Indonesia semakin merata dan mampu menghadapi tantangan kegawatdaruratan secara lebih efektif.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …

Pupuk Subsidi di Jombang, Ruwet

JOMBANG - Sektor pertanian Kabupaten Jombang kembali dihantam persoalan klasik yang seolah menjadi siklus tahunan tanpa solusi permanen.  Distribusi pupuk …