TRENGGALEK (Realita)- Pemkab Trenggalek mengambil sejumlah langkah strategis mengantisipasi dampak bencana pada musim hujan di penghujung tahun 2025.
Sebagaimana prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Desember 2025 wilayah Jawa Timur termasuk Trenggalek masih terjadi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi menuturkan, bencana hidrometeorologi mulai banjir, banjir luapan, tanah longsor, gelombang tinggi, angin kencang, bahkan sampai pohon tumbang berpotensi terjadi di 14 kecamatan di Bumi Menak Sopal.
BPBD telah turun berkolaborasi dengan beberapa institusi untuk melakukan perampingan pohon yang membahayakan bagi pengendara.
Selain itu BPBD memasang Early Warning System (EWS) di lima titik untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor.
Terbaru, Pemkab Trenggalek memasang EWS bantuan Pemprov Jawa Timur di Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo. Desa tersebut rawan longsor bahkan sebelumnya longsor menutup akses jalan ke permukiman warga.
"Di beberapa tempat juga kita pasang seperti Depok (Kecamatan Bendungan), kemudian Kecamatan Kampak di Desa Timahan itu juga kami pasang EWS," kata Triadi, kemarin Minggu (7/12/2025).
Selain itu, Dinas Kominfo telah memasang CCTV di beberapa titik juga yang dilengkapi sirine untuk memantau peningkatan air.
"Sebanyak14 kecamatan di Trenggalek, seluruhnya punya wilayah desa yang berpotensi banjir dan tanah longsor. Tetapi semua sudah terbentuk sebagai kecamatan tangguh bencana," lanjutnya.
Dengan status tersebut, setiap kecamatan dituntut memiliki kecepatan dalam melakukan mitigasi serta penanggulangan bencana. Pada skala lebih kecil, beberapa desa maupun sekolah juga sudah dibentuk Destana (Desa Tangguh Bencana).
"Bahkan di SMA 1 Bendungan, tim dari Jepang sudah mendiskusikan serta melatih sejauh mana kesiapan memitigasi mulai dari anak didik hingga tenaga pendidik," ucap Triadi.
Hal tersebut sesuai dengan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Kurikulum Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
"Dan hampir setiap Rabu kami turun ke beberapa desa ke sekolah untuk melaksanakan mitigasi kebencanaan," ucapnya.
Lebih lanjut, Triadi mengimbau masyarakat dan nelayan di pesisir Selatan untuk terus memantau prakiraan BMKG terutama sebelum melaut.tan
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-45013-14-kecamatan-di-trenggalek-rawan-banjir-dan-longsor