Ledakan Petasan Plosojenar Ponorogo 3 Orang Jadi Korban, Balon Udara dan Slonsong Mercon Diamankan

Advertorial

PONOROGO (Realita)- Ledakan petasan rakitan di Dusun Cuet Desa Plosojenar Kecamatan Kauman.,Membuat pihak Polres Ponorogo melakukan olah TKP, dimana sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi ledakan tersebut, Minggu (01/03/2026). 

Dari pantauan di lapangan, sebuah balon udara, dan sejumlah slongsong petasan rakitan berukuran jumbo diamakan petugas. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan sejumlah sumbu petasan yang belum dirakit. 

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujiali memgatakan, petasan yang meledak merupakan rakitan korban yang rencananya akan diterbangkan bersama balon udara. 

“ Petasan rakitan yang meledak ini akan diterbangkan bersama balon udara,” ujarnya. 

Imam mengaku, dari pemeriksaan petugas ada 3 korban dalam kejadian ini, dimana satu orang meninggal atas nama Rifai Kurnia Putra, sementara Toni dan Hasan (23) mengalami luka bakar 90 persen dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Harjono Ponorogo. 

“ Jadi ada 3 korban. Satu meninggak inisial R anak dibawah umur, sedangkan yang dua dewasa inisial T dan H. Keduanya mengalami lukat bakar 90 persen,” ujarnya. 

Imam mengaku, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi di lapangan, ledakan terjadi pukul 17.30 sore. Dimana para korban ini dipastikan tengah merakit petasan di depan rumah, dan tiba-tiba meledak. 

“ Jadi berdasarkan fakta di TKP, sekitar pukul 17.30 terdengar ledakan. Dipastikan korban ini sedang merakit petasan sebelum meledak,” akunya. 

Pihaknya pun masih terus melakukan penyelidikan kasus ini termasuk memanggil tim Gegana Polda Jatim untuk mengidentifikasi bahan peledak yang meledak. 

Diketahui sebelumnya, warga Kecamatan Kauman geger, ini setelah suara ledakan terdengar cukup keras dari rumah Minten warga Dusun Cuet Desa Plosojenar Kecamatan Kauman. Belakangan diketahui ledakan itu berasal dari petasan rakitan yang dibuat oleh 3 orang. Akibat kejadian ini 3 orang yakni Rifai Kurnia Putra (14) siswa kelas IX SMP meninggal dunia di lokasi, Toni (17) dan Hasan (23) mengalami luka bakar cukup parah. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru