JAKARTA (Realita)- Keluarga besar Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tengah dirundung duka mendalam.
Salah satu personel terbaiknya dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), Fajar Permana, dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah menyelesaikan tugas berat mengamankan arus mudik Lebaran 2026.
Tragedi ini menjadi bukti nyata betapa beratnya tekanan fisik di lapangan selama musim mudik berlangsung.
Almarhum Fajar Permana diduga kuat mengalami kelelahan yang sangat ekstrem akibat rentetan aktivitas penjagaan dan pengawalan yang panjang nyaris tanpa jeda selama pelaksanaan Operasi Ketupat.
Kelelahan fisik yang teramat sangat ini kemudian memicu terjadinya gangguan pernapasan akut, yang pada akhirnya merenggut nyawa sang petugas di tengah pengabdiannya.
Merespons kabar duka ini, institusi kepolisian langsung bergerak cepat untuk memberikan penghormatan yang pantas bagi prajuritnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, secara resmi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.
Dia menyebut bahwa kepergian Fajar adalah bentuk cerminan pengabdian dan dedikasi tertinggi seorang aparat kepada masyarakat.
Pihak Polda Metro Jaya memastikan bahwa almarhum akan mendapatkan prosesi penghormatan terakhir yang layak.
Selain itu, seluruh hak-hak almarhum, termasuk santunan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan, dipastikan akan dipenuhi oleh negara.
Kehilangan personel akibat kelelahan bertugas menjadi pukulan keras sekaligus bahan introspeksi (evaluasi) penting bagi internal kepolisian.
Polri menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga agar kesehatan dan daya tahan fisik personel di lapangan lebih diperhatikan dalam setiap penugasan berskala besar.
- Ke depannya, institusi berjanji akan memperketat manajemen dan pengaturan jam kerja/jam istirahat (sif) anggota secara lebih manusiawi, guna memastikan tragedi serupa tidak pernah terulang lagi di masa mendatang.
Kepergian Fajar Permana adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik mulusnya perjalanan mudik dan arus balik Lebaran, ada aparat yang rela mempertaruhkan kesehatan hingga nyawanya sendiri berdiri di tengah terik dan debu jalanan.
Dedikasi almarhum patut diapresiasi setinggi-tingginya.ang
Editor : Redaksi