MADIUN (Realita) - Arus lalu lintas di kawasan Simpang Lima Tugu Pendekar, Kota Madiun, sempat berjalan normal pada Senin siang (23/3/2026).
Namun situasi berubah drastis ketika sebuah pelanggaran lalu lintas berujung pada insiden serius yang menimpa seorang anggota kepolisian.
Seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota berinisial P.S.A. mengalami luka berat setelah kakinya terlindas bus pariwisata saat tengah menjalankan tugas penertiban kendaraan di lokasi tersebut.
Peristiwa bermula ketika petugas mendapati sebuah bus pariwisata berwarna cokelat dengan nomor polisi AB 7542 UA melintas di jalur terlarang bagi kendaraan besar. Bus tersebut dikemudikan oleh A.A., warga Yogyakarta, yang diketahui melaju dari arah Ponorogo melalui Jalan Mayjen Panjaitan menuju Jalan Thamrin—ruas jalan yang secara aturan tidak diperbolehkan dilalui bus.
Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, menjelaskan bahwa petugas segera melakukan tindakan dengan menghentikan kendaraan dan mengarahkan sopir untuk memutar balik agar kembali ke jalur yang sesuai.
“Petugas melakukan penindakan dengan meminta sopir bus untuk putar balik ke jalur yang telah ditentukan,” jelas AKP Nanang, Selasa (24/3/2026).
Namun, saat proses putar balik berlangsung di area simpang, kecelakaan tak terhindarkan. Roda kanan bus justru melindas kaki anggota Satlantas yang sedang mengatur manuver kendaraan tersebut.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian kaki dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Diketahui, bus tersebut membawa enam penumpang dari Ponorogo dan rencananya akan menjemput penumpang tambahan di Terminal Kota Madiun.
Pasca kejadian, kendaraan bus langsung diamankan di kantor Satlantas Polres Madiun Kota. Sementara itu, sopir dan kernet masih menjalani pemeriksaan oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Madiun Kota guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini juga terekam dalam video amatir warga yang kemudian beredar luas di masyarakat. Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik setelah kejadian dan menjadi pengingat nyata akan risiko di jalan raya.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi catatan kecelakaan kerja, tetapi juga refleksi penting tentang kedisiplinan berlalu lintas. Pelanggaran terhadap rambu dan aturan yang kerap dianggap sepele, nyatanya dapat berujung pada konsekuensi serius.yw
Editor : Redaksi