PEKANBARU — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo, memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) anumerta kepada Aiptu Apendra, anggota Polsek Kampar yang gugur saat melaksanakan tugas pengamanan malam takbiran Idulfitri 1447 H/2026 M.
Aiptu Apendra yang menjabat sebagai Bintara Unit (Banit) Reserse Kriminal Polsek Kampar meninggal dunia pada Sabtu, 21 Maret 2026, pukul 02.39 WIB di Aulia Hospital Pekanbaru, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan medis.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyatakan bahwa pemberian KPLB tersebut merupakan bentuk penghargaan tertinggi institusi Polri atas dedikasi dan pengabdian almarhum.
“Pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri atas dedikasi dan pengorbanan almarhum dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Irjen Herry, Selasa (24/3/2026).
Ia menambahkan, keteladanan almarhum diharapkan menjadi warisan moral bagi anggota Polri maupun masyarakat luas. Peristiwa tersebut, kata dia, mencerminkan besarnya tanggung jawab dan risiko yang diemban aparat dalam menjalankan tugas.
“Tidak ada yang menginginkan peristiwa ini terjadi. Namun, ini merupakan takdir Tuhan. Kita yang ditinggalkan hanya dapat mendoakan serta mengambil hikmah dari seluruh kebaikan yang telah dilakukan almarhum,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan kronologi kejadian. Almarhum mulai bertugas pada Jumat, 20 Maret 2026, sekitar pukul 20.30 WIB dalam rangka pengamanan malam takbiran.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Aiptu Apendra bersama sejumlah personel dikerahkan untuk mengamankan dan menertibkan kegiatan perang mercon di Lapangan Kantor Camat Kampar yang dipadati masyarakat.
Di tengah pelaksanaan tugas tersebut, almarhum tiba-tiba mengeluhkan sakit kepada rekannya. Kondisi itu segera dilaporkan kepada pimpinan di lapangan, yakni Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid dan Kanit Reskrim Ipda David Gusmanto.
“Atas arahan pimpinan, almarhum langsung dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Penanganan awal dilakukan di fasilitas terdekat mengingat situasi di lokasi cukup ramai,” ujar Kombes Pandra.
Selanjutnya, almarhum dirujuk ke Puskesmas Kampa sekitar pukul 01.30 WIB. Karena keterbatasan fasilitas medis, ia kemudian kembali dirujuk ke Aulia Hospital Pekanbaru menggunakan ambulans dengan pengawalan petugas kepolisian.
Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 02.30 WIB, almarhum langsung mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, beberapa menit kemudian, dokter menyatakan almarhum telah meninggal dunia.
Aiptu Apendra lahir di Air Tiris pada 24 Februari 1984. Ia meninggalkan seorang istri, Vivi Nofrianti, dan satu anak perempuan, Alesha Medina Fiandra. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan sejawat di Polsek Kampar.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah orang tuanya di Desa Kampa dan dimakamkan secara kedinasan di Pemakaman Umum Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak, Kecamatan Kampar, setelah pelaksanaan Salat Idulfitri.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadan Sebayang, memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Aiptu Apendra.
"Kepergian Aiptu Apendra adalah kehilangan besar bagi kami semua. Beliau adalah personel yang memiliki integritas, dedikasi, dan tanggung jawab tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas. Jasa dan pengabdiannya akan selalu kami kenang," ujar AKBP Boby.cak
Editor : Redaksi