FAKULTAS Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu keberlanjutan sumber daya laut melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Cerita Laut dan Masa Depannya”, yang dilaksanakan pada Selasa, 31 Maret 2026 di Auditorium Lantai 8 FPIK UB.
Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis yang mempertemukan mahasiswa dengan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kebijakan di bidang kelautan dan perikanan.
Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Dekan FPIK UB, Prof. Asep Awaludin Prihanto, dan diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, para ketua departemen, ketua program studi, dosen di lingkungan FPIK UB, serta 150 mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PSP) yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Dalam sambutannya, Dekan FPIK UB menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan, serta perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.
Dalam sesi inti, para narasumber menyampaikan materi dari berbagai perspektif strategis. Topik yang diangkat meliputi konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati laut secara berkelanjutan, tantangan small-scale fisheries dan praktik IUU Fishing, peran riset dan inovasi dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan, hingga pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui pendekatan transformasi digital.
Kegiatan ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 14: Life Below Water, melalui penguatan pemahaman terkait konservasi ekosistem laut, perlindungan sumber daya ikan, dan pengelolaan perairan yang berkelanjutan;
- SDG 4: Quality Education, dengan memberikan ruang pembelajaran interaktif dan pengayaan wawasan akademik bagi mahasiswa;
- SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan mitra eksternal dalam mendukung tata kelola laut yang berkelanjutan.
Melalui integrasi nilai-nilai SDGs tersebut, kuliah umum ini tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga bagian dari upaya membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki kepedulian terhadap masa depan kelautan Indonesia.
Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait isu overfishing, konservasi kawasan pesisir, penguatan data riset, hingga peluang kontribusi generasi muda dalam sektor perikanan nasional.
Melalui kegiatan ini, FPIK UB berharap mahasiswa mampu memperkuat wawasan akademik sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk turut menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Editor : Redaksi