BIREUEN (Realita) – Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sikap bupati yang dinilai tidak menepati komitmennya untuk menandatangani petisi terkait pemenuhan hak-hak korban banjir.
Sebelumnya, Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, di hadapan massa aksi Jilid II pada Senin, 6 April 2026 lalu, berjanji akan menandatangani petisi tersebut dalam waktu lima hari. Namun hingga tenggat waktu berakhir, janji tersebut belum juga direalisasikan.
Koordinator Umum Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen, Akmal, pada Senin (20/4/2026) menegaskan bahwa kesepakatan penandatanganan petisi merupakan hasil persetujuan bersama antara bupati dan peserta aksi. Karena itu, keterlambatan ini dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah daerah dalam merespons persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat terdampak banjir.
“Bupati Bireuen telah mengingkari janjinya sendiri. Dirinya yang meminta waktu lima hari, namun ia juga yang tidak merealisasikannya. Jika tidak ada i'tikad baik, kami akan segera menggelar aksi Jilid III,” tegas Akmal.
Menurutnya, alasan dinas luar yang disampaikan bupati tidak dapat dijadikan pembenaran, mengingat urgensi persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar korban bencana.
Akmal juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima satu pun surat resmi atau respons dari Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait pembahasan maupun realisasi tuntutan dalam petisi tersebut.
“Belum ada satu pun poin tuntutan yang dipenuhi. Bahkan, tidak ada komunikasi resmi dari pemerintah daerah. Ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap korban bencana,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Koalisi Gerakan Sipil Bireuen menyatakan akan segera melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi lanjutan. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut bergabung dalam perjuangan tersebut.
“Kami mengajak semua pihak untuk merapatkan barisan dan bergabung dalam aksi Jilid III demi memperjuangkan hak-hak korban bencana. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan konsolidasi,” tambahnya.
Diketahui, Koalisi Gerakan Sipil Bireuen selama ini aktif mengawal isu-isu kemanusiaan, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak korban bencana yang dinilai belum terpenuhi secara maksimal di Kabupaten Bireuen. (mis)
Editor : Redaksi