Survei: 69%, Masyarakat Yakin Sudah Jalani Gaya Hidup Sehat, Tapi Masih Kurang Edukasi 

JAKARTA (Realita) Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat terus meningkat. Namun survei terbaru dengan tema “Pandangan terhadap Makanan dan Kesehatan” menemukan masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Survei yang melibatkan 529 responden pria dan wanita usia 18-45 tahun 2026 ini dirilis. Hasilnya menunjukkan masyarakat sudah mulai memantau kesehatan dengan berbagai cara. Sebanyak 16% menghitung langkah kaki, 16% memantau asupan kalori, dan 13% menggunakan aplikasi kesehatan.

3 Hambatan Utama Gaya Hidup Sehat

Meski begitu, 3 tantangan besar masih mengganjal:

1. Minim edukasi: 36% responden mengaku kurang informasi soal pola makan sehat. Hanya 39% orang yang paham cara membaca label nutrisi. Padahal 64% orang sudah membiasakan membaca label sebelum membeli produk.

2. Minim dukungan brand dan pemerintah: 44% responden menilai brand tidak memberikan promo menarik untuk makanan sehat. Sementara 43% menilai pemerintah perlu lebih aktif dalam regulasi promosi gaya hidup sehat.

3. Pengaruh lingkungan: 40% responden merasa sulit menjaga gaya hidup sehat karena orang di sekitarnya tidak menjalaninya.

Optimisme Masih Tinggi

Kendati banyak tantangan, optimisme masyarakat cukup besar. Sebanyak 65% responden yakin memiliki kondisi fisik yang baik, dan 69% percaya sudah menjalani gaya hidup sehat.

Hal ini membuka peluang besar untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih masif di masyarakat.

Tips dari yang Sudah Berhasil

Mereka yang sudah konsisten menjalani gaya hidup sehat membagikan 3 kebiasaan utama:

- Memasak sendiri selama 1 minggu: 90%  

- *lRutin makan buah dan sayur setiap hari: 73%  

- Memilih camilan dan makanan ringan sehat: 61%

Peluang Bagi Bisnis

Tren ini juga menjadi peluang bagi pelaku usaha. Data Ipsos mencatat 64% orang yang hidup sehat bersedia membayar lebih mahal untuk makanan sehat. Sementara 30% lainnya lebih teliti memilih menu diet saat berbelanja.

“Memulai gaya hidup sehat memang tidak mudah, tetapi dengan komitmen dan disiplin, hal tersebut dapat dicapai. Kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan,” demikian rangkuman laporan tersebut.ang

Editor : Redaksi

Berita Terbaru