JAKARTA (Realita)- Festival ilustrasi TERASI (Teras Inspirasi) 2026 kembali digelar di Agora Mall, Thamrin Nine, Jakarta, 13–17 Agustus 2026. Memasuki tahun ketiga, kegiatan ini mempertemukan ilustrator, komunitas, pelaku industri kreatif, dan masyarakat melalui beragam karya seni visual.
Festival tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar. Tahun ini, TERASI menampilkan karya 60 ilustrator lokal yang dipilih dari lebih dari 2.000 karya yang masuk.
Irene mengatakan ruang kreatif seperti TERASI penting untuk memperkuat ekosistem ilustrasi di Indonesia. Menurut dia, ilustrator lokal memiliki peluang untuk berkembang tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar global.
“Ilustrator Indonesia memiliki kekuatan di tingkat nasional sekaligus potensi besar untuk menembus pasar global. Yang dibangun bukan hanya panggung untuk menampilkan karya, tetapi ruang yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Irene, Jum'at (14/8/2026).
Mengusung tema “Rumahku Indonesia”, TERASI 2026 mengambil semangat perayaan kemerdekaan dengan mengangkat keberagaman budaya, tradisi, keseharian, dan identitas masyarakat Indonesia melalui karya ilustrasi.
Konsep tersebut diterjemahkan melalui karya para ilustrator yang menggambarkan Indonesia dari beragam sudut pandang. Seni tidak hanya ditempatkan sebagai tontonan, tetapi juga menjadi medium untuk bercerita mengenai kehidupan dan budaya masyarakat.
Seniman dan ilustrator Mohammad Taufiq atau Emte menilai ruang kreatif memiliki peran penting dalam membantu seniman mengembangkan gagasan.
“SOVLO bisa menjadi ‘rumah’. Bukan sekadar tempat untuk berteduh, melainkan tempat lahirnya ide dan curahan kreativitas; ruang tempat berbagai gagasan tumbuh sekaligus menghadirkan harmoni antara produktivitas dan ketenangan batin,” ujar Emte.
Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat melihat instalasi seni dari 60 ilustrator, mural imersif, pasar seni, lokakarya kreatif, sesi bincang, pertemuan dengan ilustrator, hingga kompetisi menggambar.
Sejumlah kegiatan hiburan dan interaktif juga digelar, antara lain pertunjukan musik, karaoke, kelas tari tradisional, serta area kuliner. Rangkaian tersebut dirancang agar pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan karya dan para pelaku seni.
Selain menampilkan karya ilustrator, TERASI tahun ini juga membawa isu inklusivitas melalui kolaborasi dengan Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI).
Karya seniman dengan sindrom Down serta anak-anak penyintas kanker ditampilkan dalam sejumlah produk seni. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya membuka ruang apresiasi yang lebih luas bagi karya kelompok tersebut.
Penyelenggara menyebut kolaborasi dengan ISDI sebelumnya telah menghasilkan bagi hasil lebih dari Rp130 juta pada tahun pertama. Sementara sejak 2021, terdapat pula program monetisasi karya ilustrator lokal yang disebut telah menyalurkan Rp4,3 miliar dalam bentuk bagi hasil.
Melalui tema “Rumahku Indonesia”, TERASI 2026 menempatkan ilustrasi sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya sekaligus bagian dari perkembangan ekonomi kreatif. Festival ini menjadi ruang pertemuan antara seniman, karya, komunitas, dan masyarakat dalam suasana perayaan kemerdekaan.yudhi
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-50444-terasi-2026-hadirkan-karya-60-ilustrator-lokal-di-jakarta