JAKARTA (Realita)- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyoroti keterlibatan personel militer dalam sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Gatot, tugas utama TNI seharusnya tetap berfokus pada bidang pertahanan, bukan mengambil pekerjaan yang berada di ranah sipil.
Gatot menyampaikan pandangan tersebut dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab pada Rabu (19/8/2026).
Ia menilai pelibatan TNI dalam program seperti MBG perlu dipertanyakan karena kegiatan tersebut bukan merupakan domain utama militer.
"Itu bukan domain TNI kalau MBG. Masa TNI disuruh masak?" ujar Gatot dalam acara tersebut.
Menurut Gatot, meskipun TNI memiliki bagian yang menangani urusan dapur dan logistik, hal tersebut tidak berarti seluruh pekerjaan sipil harus dikerjakan oleh personel militer. Ia menegaskan bahwa orientasi utama tentara tetap berkaitan dengan pertahanan negara dan menghadapi ancaman perang.
Gatot berpandangan, ketika kondisi negara berada dalam situasi damai, personel TNI seharusnya dapat lebih banyak menggunakan waktunya untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan melalui latihan. Menurut dia, kegiatan di luar tugas utama justru tidak semestinya menjadi pengisi aktivitas militer.
Selain MBG, Gatot juga menyoroti keterlibatan TNI dalam pembangunan sejumlah kantor Koperasi Desa Merah Putih. Ia mempertanyakan alasan personel militer dilibatkan dalam kegiatan yang pada dasarnya berada di lingkungan masyarakat sipil.
Gatot menduga salah satu pertimbangannya adalah efisiensi waktu maupun biaya. Namun, ia tetap mengingatkan agar kegiatan yang berada di luar domain pertahanan tidak semakin memperluas peran militer di ranah sipil.
Meski melontarkan kritik, Gatot menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam berbagai program tersebut bukan semata-mata merupakan keinginan TNI. Menurutnya, para personel menjalankan tugas berdasarkan perintah dari atasan.
"Itu semua bukan keinginan TNI, tapi itu adalah atas perintah," kata Gatot.
Karena itu, Gatot menilai sorotan mengenai semakin banyaknya personel militer yang terlibat dalam program sipil seharusnya diarahkan kepada pihak yang memberikan perintah tersebut. Ia tidak ingin prajurit yang menjalankan tugas justru menjadi pihak yang dipersalahkan.
Kritik tersebut muncul di tengah semakin luasnya keterlibatan TNI dalam mendukung sejumlah program pemerintah. MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, sementara pembangunan Koperasi Desa Merah Putih juga melibatkan berbagai unsur pemerintah di lapangan.
Gatot juga mengingatkan agar perlu ada batas yang jelas antara tugas militer dan pekerjaan sipil. Menurutnya, pembagian peran tersebut penting untuk menjaga profesionalitas TNI sekaligus memastikan militer tetap fokus pada fungsi pertahanan.
Ia turut mengaitkan kondisi tersebut dengan kekhawatiran mengenai munculnya kembali wacana dwifungsi militer seperti yang pernah terjadi pada masa Orde Baru. Menurut Gatot, semakin luasnya keterlibatan militer dalam urusan sipil perlu diperhatikan agar tidak menggeser fokus utama institusi pertahanan.
Dengan kritik tersebut, Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI seharusnya tetap memiliki orientasi utama pada pertahanan negara. Sementara program seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, menurut pandangannya, idealnya dijalankan dengan memperhatikan batas antara tugas militer dan ranah sipil.ah
Editor : Redaksi