OKK PWI di Magetan, 26 Peserta Didorong Pahami Organisasi dan Etika Jurnalistik

MAGETAN (Realita) — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magetan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) sebagai upaya memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan pemahaman etika wartawan di tengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Selasa (1/9/2026), tersebut diikuti sebanyak 26 peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Para peserta berasal dari Magetan, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Lamongan hingga Tuban. 

OKK tersebut turut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Ketua PWI wilayah Mataraman, jajaran pengurus PWI, serta perwakilan Humas Polres, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan dan Pemerintah Kabupaten Magetan.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PWI Pusat Djoko Tetuko serta Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur Machmud Suhermono.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan, OKK merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memberikan pembekalan kepada wartawan mengenai prinsip dasar kewartawanan, organisasi, serta etika jurnalistik.

Menurutnya, pembekalan tersebut semakin penting di tengah masih ditemukannya oknum yang mengaku sebagai wartawan, namun menjalankan aktivitas jurnalistik tanpa berpedoman pada kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Melalui OKK, peserta diharapkan tidak hanya memahami aturan dan prinsip dasar jurnalistik secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Wartawan harus mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, akurat, bertanggung jawab, serta dapat dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengapresiasi pelaksanaan OKK yang digelar PWI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya insan pers.

“Wartawan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang berkualitas sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial,” kata Nanik.

Lebih jauh, Bupati juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman utama dalam menjalankan profesi kewartawanan.

Menurutnya, produk jurnalistik harus disajikan secara akurat, edukatif, berimbang, dan bertanggung jawab sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan insan pers agar tidak berkecil hati menghadapi perkembangan media sosial yang kini memiliki jangkauan luas dan jumlah pengikut yang besar.

Menurut Nanik, wartawan tetap memiliki kekuatan tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dari kompetensi, profesionalisme, dan kredibilitas dalam menyajikan informasi yang telah melalui proses jurnalistik.

Dilokasi yang sama, Ketua PWI Kabupaten Magetan Cahyo Nugroho mengatakan, pelaksanaan OKK juga menjadi salah satu langkah untuk mencegah berkembangnya praktik jurnalistik yang menyimpang dari aturan dan kaidah profesi.

Menurut Cahyo, kegiatan yang diselenggarakan PWI Jawa Timur tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan, namun menjalankan aktivitas jurnalistik tanpa memahami maupun mematuhi kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.

“Melalui pelatihan dan pembekalan ini, PWI berharap para peserta dapat memahami prinsip dasar kewartawanan secara utuh, termasuk menjalankan tugas sesuai kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik,” tandas Cahyo. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru