BEKASI (Realita)- Pelayanan di Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kota Bekasi kembali jadi sorotan!
Warga Harapan Indah berinisial CS ngadu ke wartawan, urus sertifikat tanah yang ludes terbakar malah digantung tanpa kejelasan.
Padahal CS sudah jadi korban musibah kebakaran besar tahun 2025 lalu. Sertifikat tanahnya ikut ludes dilalap api.
"Iya tahun 2025, saya terkena musibah kebakaran. Oleh karenanya, segera kita urus sertifikat tanah yang baru ke kantor BPN," ujar Margaret, sepupu CS kepada Realita.co, Jumat (25/9/2026).
Awalnya disuruh lengkapi berkas. Sudah lengkap, diserahkan ke loket.
"Berkas sekira pukul 14.30 WIB, tanggal 28 Agustus 2026 diterima oleh bagian loket petugas pelayanan yang bernama Gio, itu sudah melalui verifikasi dari dia, katanya 14 hari kerja. Tapi nyatanya, gak ada informasi lebih lanjut, bahkan kita sempat menanyakan ke customer service dan datang tetapi tidak ada jawaban," beber Margaret kesal.
Sudah lewat janji 14 hari kerja, CS bolak-balik ke BPN, tanya ke customer service, hasilnya nihil! Tidak ada jawaban, tidak ada kepastian disposisi berkas sampai di mana.
Yang bikin warga curiga, ada dugaan permainan?
Berdasarkan informasi sumber yang didapat wartawan, kalau urus lewat penyedia jasa atau pihak ketiga, prosesnya malah lebih cepat dibanding urus sendiri!
"Kita kalau pake jasa pembuatan sih biasanya lebih cepat dan dipermudah, karena mereka kan didalam nyiram," kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan pungli dan praktik percaloan di BPN Kota Bekasi pun mencuat. Warga minta Kepala Kantah BPN Kota Bekasi turun tangan.
Realita.co mencoba mengkonfirmasi Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kota Bekasi, Dr. Tarbarita Simorangkir terkait peristiwa tersebut, tetapi hingga berita ini ditayangkan, belum memberikan respon.(a1)
Editor : Redaksi