Dari Pesantren ke Panggung Nasional, Muhammad Danil Sya’bani Raih Juara 1 Storytelling

GRESIK (Realita) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Zainal Abidin, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Muhammad Danil Sya’bani berhasil meraih juara pertama lomba storytelling dalam ajang kompetisi nasional AEXIST Contest 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mampu mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi untuk berprestasi di bidang akademik maupun keterampilan berbahasa.

Danil, yang masih duduk di kelas X, mengikuti kompetisi tersebut dengan mewakili Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik. Perjalanan menuju podium juara dilalui melalui proses persiapan yang panjang, mulai dari menggali ide cerita hingga membangun kepercayaan diri untuk tampil di hadapan dewan juri.

Pengurus Ponpes Zainal Abidin Bungah, Nur Abdillah Muttaqin, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Danil tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik pesantren di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, keluarga besar Pondok Pesantren Zainal Abidin Bungah tentu sangat bangga. Salah satu santri kami berhasil meraih prestasi dalam ajang kompetisi nasional,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Pria yang akrab disapa Nurdin itu menuturkan, keberhasilan Danil menunjukkan bahwa santri Ponpes Zainal Abidin Bungah terus berkembang dan mampu bersaing di berbagai bidang.

Ia menegaskan, pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mendorong santri mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Advertorial

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri mampu berprestasi, mengembangkan potensi, dan berani bersaing di berbagai bidang,” terangnya.

Nurdin berharap, pencapaian Muhammad Danil Sya’bani dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus belajar, mengasah kemampuan, serta berani mengikuti berbagai kompetisi.

Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bersama agar para santri tidak berhenti pada satu pencapaian, tetapi terus berupaya meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengukir prestasi yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pembalut Wanita pun Dikenakan Pajak

JAKARTA - Ramai di media sosial (medsos) soal pembalut dikenakan pajak. Banyak netizen mempertanyakan alasan pembalut masih kena pajak, padahal merupakan …