MADIUN (Realita) – Penguatan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput dan peningkatan pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas utama kepengurusan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun periode 2026-2031.
Seluruh kader diharapkan tidak sekadar aktif dalam momentum pemilihan umum (pemilu), tetapi juga hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Purnomo Hadi, seusai dikukuhkan bersama jajaran pengurus lainnya di Sun Hotel Kota Madiun, Sabtu (31/10/2026).
Pengukuhan tersebut dihadiri Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Legislatif dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau akrab disapa Gus Halim. Kegiatan itu juga diikuti jajaran Dewan Syuro, Dewan Tanfidz, Pimpinan Anak Cabang (DPAC), hingga pengurus ranting PKB se-Kabupaten Madiun.
Berdasarkan keputusan DPP PKB yang ditetapkan di Jakarta pada 1 Juli 2026, Muhtarom dipercaya sebagai Ketua Dewan Syuro. Sementara Purnomo Hadi menjabat Ketua Dewan Tanfidz, didampingi Nuryanto sebagai sekretaris dan Wahyu Widayat sebagai bendahara.
Purnomo Hadi yang akrab disapa Dokter Pur mengatakan, pengukuhan kepengurusan bukan sekadar seremoni maupun pengesahan struktur organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi peneguhan komitmen seluruh pengurus untuk menjalankan amanah dan meningkatkan khidmat kepada masyarakat.
"Hari ini bukan sekadar pengukuhan struktur. Hari ini adalah ikrar khidmat," tegasnya.
Menurut Dokter Pur, langkah awal yang harus dilakukan kepengurusan baru adalah memperkuat soliditas internal dengan membangun komunikasi dan menghilangkan sekat antartingkatan organisasi. Mulai dari DPC, DPAC, ranting, hingga anak ranting harus bergerak dalam satu kesatuan perjuangan.
Ia menilai, kekuatan partai tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan struktur organisasi, tetapi juga oleh kebersamaan, komunikasi, serta kesamaan visi seluruh kader dalam menjalankan program perjuangan.
Selain konsolidasi internal, Dokter Pur meminta kader PKB lebih aktif membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran partai, menurutnya, harus dapat dirasakan melalui kepedulian dan kerja nyata, terutama dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani, peternak, maupun generasi muda.
"PKB harus bermanfaat. Jangan menjadi partai yang hanya datang saat pemilu. Datang saat petani susah pupuk, saat peternak membutuhkan pakan, dan saat anak muda membutuhkan pekerjaan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar senantiasa menjaga etika dan akhlak dalam berpolitik. Dinamika politik di Kabupaten Madiun diharapkan berlangsung secara sehat dengan mengedepankan adu gagasan dan program, bukan membangun permusuhan ataupun menyebarkan kebencian.
Sementara itu, Gus Halim mengingatkan bahwa PKB memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, perjuangan politik partai harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat serta berpegang teguh pada nilai-nilai yang menjadi akar kelahirannya.
Gus Halim juga mengapresiasi kepemimpinan PKB di Kabupaten Madiun yang dinilai mampu merangkul berbagai elemen masyarakat. Ia berharap sinergi antara PKB, ulama, dan pemerintah daerah terus diperkuat sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Yw
Editor : Redaksi