BATU (Realita)- Guna mendukung percepatan penanganan stunting balita di Kota Batu, Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Stunting dan Posyandu di Kota Batu yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Kota Batu, Jumat (16/4/2021).
Stunting yang merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis, tak hanya mengganggu tumbuh kembang fisik anak. Namun juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak.
Baca juga: Dinkes Kota Batu Penyakit TBC Jadi Perhatian Serius di HKN ke-61
Kota Batu pun sudah membentuk tim penanganan stunting. Selain itu dengan mengoptimalkan pelayanan Posyandu, bahaya stunting dapat diatasi.
Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, menanggapi tekait permasalahan ini dengan mengatakan, stunting adalah karena kurangnya gizi serta kasih sayang dari orang tua. Pihaknya menyampaikan bahwa banyak ibu muda yang melakukan diet ngawur, tanpa memperhatikan nutrisi yang dibutuhkan sang Ibu dan Anak.
Baca juga: Wali Kota Batu dan Kajari Batu Teken Kerja Sama Pidana Kerja Sosial
“Dengan adanya pelayanan posyandu, saya berharap permasalahan kurangnya gizi dan kasih sayang pada anak dapat diatasi. Saya juga berharap Posyandu dapat menjadi program unggulan Dinas Kesehatan,” ujar Wali Kota.
Berikutnya, acara dilanjutkan dengan Forum Grup Diskusi dengan narasumber dr. Mega selaku tenaga ahli percepatan stunting dan ibu Hayati yang merupakan Perwakilan dari pihak Dinkes.
Baca juga: Wali Kota Batu Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 1.233 Pegawai
Rapat koordinasi penanggulangan Stunting diikuti oleh, Wakil Ketua 4 TP-PKK Titik Asmadi, ibu TP-PKK se- kota Batu, Tim Penanganan Stunting serta perwakilan organisasi terkait.ton
Editor : Redaksi