Aksi Copet Dalam Busway, Satu Penumpang Kena Luka Tusuk

JAKARTA (Realita)- Dalam sebuah perjalanan Trans Jakarta rute Pinang Ranti, Jakarta Timur tujuan Pluit, Jakarta Utara, saat melintas antara halte Kuningan dan Semanggi ada insiden kegaduhan didalam isi penumpang Bus, Selasa siang (7/6).

Kegaduhan tersebut mengundang perhatian seluruh penumpang Trans Jakarta termasuk Boim (45) penumpang lain yang tidak jauh dengan korban aksi pencopetan. Dalam aksinya ternyata, pelaku dugaan pencopetan yang di lakukan pria berinisial S (40 th) tercatat sebagai pria asal Kayu Agung Sumatra Selatan mengaku berdomisili di Gondrong Petir, Kota Tangerang.

Baca Juga: Polisi Amankan Copet di Kerumunan Vaksinasi di Gelora 10 November Surabaya

Namun naas dalam aksinya si pelaku "S" yang sudah sempat menggasak saku korban Yulizar alias Awang seorang penumpang busway, korban mengetahui aksi kejahatannya dan terjadilah keributan yang menimbulkan kepanikan isi penumpang busway lainnya.

"Lalu mereka adu mulut yang disertai aksi dorong-dorongan, saat bersamaan terjatuhlah sebuah handpone dari genggaman pelaku S ternyata barang itu milik Yulizar yang ditaruh dalam saku. Mengetahui hal itu korban Yulizar pun merasa tak senang.

"Keduanya baku pukul tepat dihadapan saya (Boim) yang saat itu dalam posisi berdiri pada penghubung gerbong satu dan dua dari busway type long dan mengakibatkan penumpang wanita disisi saya berteriak histeris," ceita Boim ahli beladiri silat asal Banten kepada Realita.co, Rabu (8/6/2022).

Di saat itulah spontan Boim reflek untuk memisahkan dua orang yang bertikai tersebut dengan mendorongnya ke arah dua sisi yang berbeda, dalam situasi keduanya saling melontarkan makian. 

"Awalnya ingin melerai, meminta keduanya menyelesaikan permasalahan itu di luar, namun justru membuat pelaku "S" panik dan turut memaki saya (Boim) serta mendorongnya hingga membentur keras dengan penumpang lain disaat itulah pelaku kemudian mengeluarkan sajam berbentuk pisau stainless dari dalam jaket lalu menyerang korban Yulizar," katanya. 

Korban tepat dibelakangnya dengan reflek, Boim menepis pisau tersebut, agar tidak mengenai namun pisau sempat menggores switer yang dikenakan dirinya. Sontak teriakan penumpang membuat kondisi didalam bus menjadi gaduh. Dalam kondisi kepanikan pelaku 'S' sicopet membabi buta, kali ini ayunan pisaunya diarahkan tepat keperutnya, disitulah dirinya terkena tusukan dibawah siku lengan kanan, lalu korban Yusrizal turun dan berlari ke petugas Polisi yang sedang berjaga depan Polda Metro Jaya, "terang Boim sekaligus pengurus organisasi kepemudaan. 

Ketika dikonfirmasi jurnalis Realita.co terkait insiden kemarin aksi pencopetan didalam busway Aipda Marcos anggota Propam Polda Metro Jaya yang sedang bertugas di pintu keluar langsung membantu mengamankan pelaku dan membantu korban. 

"Iya benar, saya sedang piket jaga di pintu keluar dengan anggotanya, ada korban pencopetan melaporkan. Sontak saya langsung merespon cepat dan berlari ke arah busway dan membantu mengamankan pelaku S," ungkap Marcos. 

Marcos bersama anggota Propam lainnya melihat ada dua korban,  satunya dengan keadaan luka tusuk di tangan kanan akibat sajam. Pelaku S sekarang diamankan oleh Direktorat Reserse dan korban luka kita bawa kedalam Polda Metro Jaya untuk dilakukan pengobatan dan langkah visum selanjutnya," pungkasnya.tom

Editor : Redaksi

Berita Terbaru