Jumat, 03 Feb 2023 WIB

Waspadai Capres Oligarki, Rela Bayar Berapapun demi Kuasai Indonesia

Jumat, 04 Nov 2022 09:41 WIB
Waspadai Capres Oligarki, Rela Bayar Berapapun demi Kuasai Indonesia

Webinar dengan tema calon presiden oligarki pada pilpres 2024 pada Kamis (3/11/2022).

JAKARTA (Realita)– Political and Public Policy Studies (P3S) dan esensinews.com menggelar diskusi daring terkait calon presiden oligarki pada pilpres 2024 pada Kamis (3/11/2022). Diskusi daring ini diikuti oleh beberapa pakar diantaranya pengamat politik Muslim Arbi, Jerry Massie, Pakar Ekonomi Anthony Budiawan pakar ekonomi, Ray Rangkuti dan Marwan Batubara.

 

Muslim Arbi menyebut keberadaan capres oligarki biasanya memiliki ciri mengutamakan pencitraan dan agenda oligarki dibanding agenda kerakyatan.

“Polanya hampir sama seperti Jokowi dan Ganjar Pranowo yang kental dengan pencitraan,” ucap Muslim Arbi.

Pakar Ekonomi Anthony Budiawan mengatakan kekuatan oligarki cukup besar. Menurutnya akan sulit dibendung kekuatannya apalagi didukung dengan undang-undang.

“Kekuatan politik yang sudah digabungkan dengan oligarki misalnya seperti terjadi kenaikan pajak, kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak masuk akal, salah satunya kenaikan minyak goreng,” jelas Anthony.

Dia menyinggung bagaimana bisa Indonesia sebagai salah satu penghasil kelapa sawit terbesar tapi harga minyak goreng bisa naik hingga dua kali lipat.

Sementara Jerry Massie menyebut oligarki adalah perkawinan kaum borjuis dengan kelompok penguasa. Menurutnya Indonesia butuh sosok pemimpin anti oligarki.

“Dalam hal ini faktor oligarki adalah faktor duit. Parpol (partai politik) butuh duit. Indonesia butuh pemimpin anti oligarki yang cinta bangsa dan peduli bangsa. Memang dalam dekade terakhir pemimpin berjiwa negarawanan hilang ditelan bumi hanya ada pemimpin tamak, serakah dan rakus,” ujar Jerry.

Jadi, kata dia, oligarki akan menggunakan jasa relawan, survei dan buzzer yang dibayar. Dia menilai, berapa pun oligarki akan membayar demi kepentingan mereka menguasai Indonesia.

“Sebaiknya pemimpin ke depan anti oligarki kalau perlu antitesa Jokowi. Ingat oligarki akan membayar, menyuap para kelompok idiot agar memilih capres bodoh pilihan mereka,” terang Jerry.

Ray Rangkuti mengatakan, jika oligarki di Indonesia yakni oligarki yang tidak memakai senjata, tetapi memakai sumber-sumber ekonomi untuk menguasai sebuah negara.

“Ciri khas oligarki di Indonesia yakni yang punya kekuasaan bersaing dengan yang punya uang,” kata dia.

Hal senada diutarakan Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara. Dia menyebut oligarki semakin kuat mencengkram dengan uang yang mereka miliki.

“Meghalalkan segala cara termasuk memfitnah,” pungkas dia.jr