PONOROGO (Realita)- Puluhan warga Demangan Kecamatan Siman melurug kawasan warung remang-remang, yang ada di sepanjang jalan Ponorogo-Jetis, atau tepatnya di depan SPBU Siman. Hal ini lantaran, kendati sempat diprotes, namun aktifitas esek-esek di kawasan ini masih tetap berjalan hingga kini, Kamis (09/02/2023).
Dengan membawa sejumlah spanduk tuntutan seperti "Tutup Warung Esek-Esek", " Esek-Esek Minggat", puluhan warga Damangan ini menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan warung yang diduga menyediakan layanan Wanita Tina Susila (WTS) itu.
" Warga tidak terima, ini warung esek-esek banyak buktinya. Warga minta tutup selamanya," ujar kordinator aksi Supriyanto.
Supriyanto mengaku di kawasan ini ada 14 warung yang menyediakan jasa esek-esek. Bahkan, Januari lalu seorang pria ditemukan tewas di dalam warung akibat over dosis obat kuat.
" Beberapa bulan lalu ada yang meninggal disini karena obat kuat. Ada yang main disini ada yang main di luar. Warung 14 ada yang mengkoordinir," akunya.
Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat dan Kebakaran Satpol PP Ponorogo, Siswanto mengungkapkan, dari kesepakatan bersama, pemilik warung Joko yang diduga menyediakan jasa esek-esek sepakat untuk menutup warungnya. Bila nekat menyediakan jasa esek-esek maka akan diproses secara hukum.
" Tadi sudah sepakat bahwa yg pengusaha pak Joko membuat surat pernyataan mulai hari ini warung ditutup sampai seterusnya. Apabila tidak mematuhi surat pernyataan maka diproses hukum," pungkasnya.znl
Editor : Redaksi