Andrianto, Oknum TNI AL Bunuh Istrinya Dengan Cara Lehernya Dijerat Kabel Bor

SURABAYA (Realita)- Sidang pembunuhan yang dilakukan oleh Andrianto, oknum anggota TNI AL terhadap istrinya yakni Pipiet Dian Lestari dengan terdakwa Listiani Agustina kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (09/10/2023). Kali ini Jaksa menghadirkan Andrianto untuk dimintai keterangan. 

Pada persidangan yang secara online Andrianto mengatakan, sebelum kejadian sempat ada petengakaran antara dirinya dengan Pipiet. Kemudian dirinya kalap dan menjerat leher Pipiet mengunakan kabel mesin bor. Sekitar pukul 20.00 WIB malam, Andrianto menghubungi Listiana dan menceritakan kalau istrinya sudah meninggal dan saat itu Listiani bilang kenapa gak dibawa ke rumah sakit. Lantas Andrianto mengaku telah membunuh istrinya dan meminta tolong untuk membantu membuang jenazahnya. 

Baca Juga: Sebelum Dibunuh Suami, Pipiet sempat Diracun Dua Kali tapi Gagal

"Saya jemput ke rumah Listiani, kemudian sesampainya di Flat. Listiana membantu mengakat jenazah dari ruang tamu memuju kamar, lalu dari Flat saya sendiri yang membopong jenasah di masukan ke bagasi Mobil," kata Andrianto melalui sambungan video call.

Masih kata Andrianto, kemudian kami berdua membawa jenasah Pipiet ke KenPark dengan tujuan membuang jenazah. Namun tidak jadi, lantaran tidak aman. Akhirnya mempunyai ide berangkat ke Madura.

"Sebelum berangkat ke Madura kami sempat berhubungan badan di dalam mobil di daerah Ken Park,"kata Andrianto. 

Disingung oleh Majelis Hakim apakah benar saksi Andrianto pernah mencoba meracuni istrinya dan apa peran terdakwa selain membantu mengakat jenasah.

Andrianto membenarkan pertanyaan hakim, ia mengaku meracuni istrinya dengan cara menyuntikkan racun ke kemasan obat masuk angin.

"Kalau peran terdakwa Listiani hanya membatu membuang jenazah dan mencari ranting untuk membakar jenazah"kata Andrianto. 

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haritu menanyakan tentang hubungan Andrianto dengan terdakwa Listiani. 

Andrianto mengaku kenal dengan Listiani sejak tahun 2019 dan menjalani asmara (selingkuh).

Baca Juga: Dibantu Selingkuhannya, Oknum TNI AL Bunuh Istri Sah, Jasadnya Dibakar lalu Dibuang

"Listiani (terdakwa) sudah mempuyai suami dan tinggal bersama suami dan anaknya,"kata Andrianto. 

Saat ditanya, apa alasannya tega membunuh istrinya. Andrianto mengaku ketahuan selingkuh dengan Listiana. 

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan JPU menyebutkan bahwa, Andrianto bersama terdakwa Listiani Agustina, untuk membunuh istri sahnya, Pipiet Dian Lestari. Pipiet dibunuh karena telah mengetahui hubungan gelap keduanya.

Terdakwa Listani sudah pernah ditegur oleh korban Pipiet sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2022 dan pada tahun 2023. Selain itu, terdakwa Listiani juga mengetahui Andrianto terkekang dengan perilaku Pipiet karena masalah keuangan. Karena itu, muncul niat jahat Listiani dan Andrianto untuk merencanakan membunuh Pipiet. Andrianto lantas membeli racun temix secara online menggunakan handphone Listiani. 

Setelah paket berisi racun diterimanya dari kurir, Listiani menyerahkannya kepada Andrianto. Racun itu dimasukkan Andrianto ke makanan istrinya. Namun, Pipiet tidak memakannya. Andrianto dan Listiani kembali berniat meracuni istrinya untuk kali kedua. Andrianto menyuntikkan racun ke obat masuk angin. Namun, karena rasanya berbeda, Pipiet memuntahkannya sehingga gagal rencana mereka untuk membunuh istri sah.

Dua kali gagal meracuni istrinya, Andrianto langsung mengeksekusi Pipiet dengan memukul tengkuk dan menceking menggunakan kabel bor listrik pada 13 April 2023. Andrianto menelepon Listiani untuk datang ke rumahnya di Jalan Pogot Baru. Listiani diminta tolong untuk membantu mengangkat mayat Pipiet ke dalam mobil.

Keduanya sempat mampir ke kios membeli lima liter bensin. Mobil kemudian berjalan ke arah Kenjeran Park. Di sana mereka sempat berhenti untuk berhubungan seks. Tujuannya, untuk menenangkan diri. Mereka lalu mengendarai mobil menuju Bangkalan, Madura. 

Pasangan kekasih gelap itu lalu menghentikan mobil di area persawahan Dusun Belabe, Desa Alang-alang. Mayat Pipiet diletakkan di parit. Terdakwa Listiani dan Andrianto menyiram mayat itu dengan bensin. Terdakwa masuk lalu duduk di dalam mobil dan Andrianto membakar korban Pipiet.

Keduanya kemudian pulang ke Surabaya. Sebelum ke rumah masing-masing, mereka sempat berhubungan badan di dalam mobil. Atas perbuatnya terdakwa didakwa dengan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 53 KUHP dan Pasal 181 KUHP.ys

Editor : Redaksi

Berita Terbaru