Masih Banyak Rumah Tak Layak Huni di Kota Cilegon

 

KOTA CILEGON  (Realita)- Pemerintah Kota Cilegon telah menerapkan berbagai program, salah satunya adalah program Rutilahu/Bedah Rumah. Namun, disayangkan bahwa masih ada rumah-rumah yang tidak layak huni dan tampaknya belum tersentuh atau terdata oleh  pemerintah.

Baca Juga: Walikota Beri Penghargaan untuk 7 Pencipta Lagu Daerah Kota Cilegon

Salah satu contohnya adalah rumah milik Yayasan Rumah Pintar Kreasi, di RT 01 RW 03, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Kondisi rumah ini sangat memprihatinkan, dan tampaknya belum mendapatkan perhatian dari perusahaan atau pemerintah terkait program Rutilahu/Bedah Rumah yang telah diumumkan.

Mungkin pertanyaannya adalah mengapa hal ini terjadi. Apakah karena kurangnya kedekatan dengan pemerintah dan perusahaan di wilayah ini atau ada faktor lain yang membuat mereka terabaikan?

Ade Maftuhi,  telah lama tinggal di Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Dia kerja sebagai seorang pengamen sehari-hari dan hidup dengan keterbatasan.

Baginya, bahkan memperbaiki rumah untuk kehidupan sehari-hari adalah hal yang sulit. Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah dan stakeholder di wilayah tersebut agar bisa mendapatkan program Rutilahu/Bedah Rumah, sehingga rumahnya bisa menjadi tempat belajar gratis bagi anak-anak di sekitar wilayah itu dan menjadi lebih layak huni.

Baca Juga: Dialog Capaian Pembangunan Kecamatan Grogol, Digelar

Ketika ditanya, Ade mengungkapkan bahwa rumahnya yang reyot ini belum pernah tersentuh atau didata oleh pihak pemerintah setempat, termasuk tingkat RT/RW, kelurahan, dan Pemerintah Kota Cilegon, untuk mendapatkan bantuan program Rutilahu/Bedah Rumah.

Ade juga khawatir bahwa atap rumah yang rapuh bisa ambruk saat digunakan untuk belajar anak-anak, dan ia merasa bingung karena melihat masyarakat lain mendapatkan bantuan bedah rumah sementara rumahnya tidak pernah disurvei. Padahal, kondisi bangunan sudah sangat buruk dan rapuh.

Ade mengaku bahwa pekerjaannya sebagai pengamen hanya cukup untuk makan sehari-hari, dan ia sangat khawatir dengan kondisi rumahnya yang semakin memburuk. Ia berharap pemerintah dapat melihat masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan memberikan bantuan yang tepat.

Baca Juga: Dengar Suara Warga, dari Soal Sarana Prasarana sampai Pendidikan

"Semoga pemerintah dapat memperhatikan lebih baik siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang terlupakan," harap Ade. 

Sementara itu, kepala kelurahan Kubangsari,M Damiri, saat dikonfirmasi dirinya mengatakan sudah masuk dalam catatan.

"Berkaitan dengan Rumah Kreasi  pak Ade sudah masuk catatan di Kasi Pembangunan pak," kata Damiri Via WhatsApp, Jumat (3/11/2023).fauzi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru