Tuduhan Eks CIA, Teroris Israel Incar Ladang Gas Besar di Gaza

WASHINGTON - Israel terus melanjutkan genosida di Jalur Gaza meskipun ada kemarahan global atas banyaknya korban jiwa warga sipil. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah akan mendorong “kemenangan penuh.”

Mantan analis CIA dan salah satu pendiri Veteran Intelligence Professionals for Sanity, Ray McGovern, menjelaskan, “Israel melihat adanya kepentingan ekonomi yang nyata di Gaza, dan hal ini menjelaskan mengapa tidak peduli besarnya kemarahan global, kampanye militer Tel Aviv di wilayah kantong yang terkepung terus berlanjut.”

Baca Juga: Teroris Israel Ngaku Sudah Bunuh 2.000 Anggota Hamas 

“Israel melihat adanya kepentingan ekonomi yang nyata dalam mendominasi Gaza. Dan itulah sebabnya, tentu saja, (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu telah menegaskan dengan sangat jelas: tidak, mereka tidak mempunyai niat untuk meninggalkan Gaza,” papar dia pada Sputnik, kemarin.

Dia menekankan, “Ini (Gaza) akan menjadi bagian dari Israel kecuali mereka dihadapkan pada orang-orang yang menganggap penting untuk membela Palestina, dan akan bertindak mengakhiri genosida yang sedang terjadi saat ini, dan bahwa pemerintah kita, Amerika Serikat, tidak hanya memungkinkan, tetapi juga menyediakan senjata dan dukungan politik lainnya.”

 

Baca Juga: Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Cegah Genosida

 

Pada akhir Desember, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengabaikan Kongres dan menyetujui lebih banyak senjata dan amunisi untuk Israel. Paket tersebut dilaksanakan melalui penetapan darurat dan mencakup penjualan senilai USD147,5 juta pada Israel.

Baca Juga: Teroris Israel Tuduh WHO Bersekongkol dengan Hamas

Penjualan senjata itu terjadi di tengah seruan manipulatif Washington untuk mengakhiri kematian warga sipil di Jalur Gaza. Ladang Gas Lepas Pantai Gaza yang Kaya “Di sisi ekonomi, yang tentu saja sangat penting, Israel mempunyai kepentingan utama dalam melindungi 'hak' mereka atas wilayah perairan Gaza, di mana terdapat banyak ladang gas di lepas pantai,” papar McGovern.

Dia menekankan, “Israel mengklaim kepemilikan tunggal atas wilayah perairan tersebut. Dan ada desain saluran pipa Mediterania Timur yang akan memungkinkan Israel mengekspor ke Italia dan negara lain di Uni Eropa gas alam yang disita oleh kekuatan militer dari warga Palestina di Gaza. Dan itu adalah sesuatu yang benar-benar tidak Anda lihat di media arus utama di sini, bukan?". si

Editor : Redaksi

Berita Terbaru