Sebelum Meninggal Dianiaya, Bintang Balqis Maulana WA Sang Ibu Minta Dijemput karena Ketakutan

KEDIRI- Terungkap fakta baru terkait tewasnya santri asal Banyuwangi bernama Bintang Balqis Maulana (14) di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Kediri, Jawa Timur.

Bintang tewas dianiaya karena para pelaku jengkel korban sulit dinasihati untuk salat berjamaah.

Baca Juga: Enam Santri Pesantren Takhassus Tegal Selesai Hafalan Alquran 30 Juz

Ada empat santri yang ditetapkan jadi tersangka, yakni MN (18), MA (18), AF (16), dan AK (17).

AKBP Bramastyo Priaji mengungkapkan bahwa rekonstruksi itu dilakukan di tiga lokasi berbeda.

Tempat kejadian perkara (TKP) pertama dilakukan rekonstruksi sebanyak tiga adegan, TKP kedua 12 adegan, dan TKP ketiga ada 40 adegan.

"Itu sekitar tiga waktu, yakni tanggal 18 Februari, 21 Februari, dan 22 Februari 2024 sampai 23 Februari dini hari," kata Bramastyo di Kediri, Kamis 29 Februari 2024.

Ia mengungkapkan, rekonstruksi ini digelar agar ada kesesuaian suatu tindak pidana dengan keterangan para tersangka, saksi terkait perbuatan tersebut.

Hasilnya, terungkap penganiayaan memang dilakukan bersama-sama dan berulang-ulang yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca Juga: Percaya Diri, Kompol Bayu Purdantono Tantang Banser GP Ansor Hubungi Sosok Ini: Saya Menjaga!

Baca Juga: Hadiri Halaqoh Ulama, Mahfud MD Kagumi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan yang Bersih

Ia menambahkan, lokasi penganiayaan itu terjadi di area pondok pesantren itu dengan tiga lokasi berbeda.

Belakangan diketahui bahwa di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah tak berizin atau tak terdaftar Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).

Sebelum dikabarkan meninggal dunia, Bintang sempat mengirin pesan singkat minta dijemput.

Pesan bernada ketakutan ini membuat Suyanti, ibu korban merasa cemas dan khawatir kepada putranya.
"Sini jemput bintang. Cepat ma ke sini. Aku takut ma, maaaa tolongh. Sini cpettt jemput,” tulis Bintang dalam pesan singkat WhatsApp.

Ketika itu Bintang tidak menjelaskan alasannya minta cepat-cepat dijemput.

Lantas Suyanti pun hanya meminta anaknya untuk bersabar dan menunggu hingga Ramadan tiba.

Dan lima hari setelahnya, Bintang dikabarkan meninggal karena terjatuh di kamar mandi.

"Awalnya dikabarkan meninggal karena terjatuh di kamar mandi, kami pun kaget," ujar Mia, Minggu 25 Februari 2024.kt

Editor : Redaksi

Berita Terbaru