Sidang Reog ICH UNESCO di Ambang Pintu, Pemkab Ponorogo Datangi Kemendikbud

PONOROGO (Realita)- Usai masuk dalam list jadwal sidang pencatatan warisan budaya tak benda dunia UNESCO. Pemerintah Kabupaten Pemkab Ponorogo terus melakukan persiapan guna menyambut proses sidang Reog Ponorogo menjadi Intangible Cultural Heritage (ICH) yang akan dilakukan November 2024 mendatang.

Diantaranya, dengan melakukan Rapat Kordinasi (Rakor) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia di Jakarta.

Baca Juga: Akui Pembangunan Ponorogo, Politisi Golkar Mantap Dukung Giri Maju Kembali

Dalam rakor yang dihadiri langsung Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Judha Slamet Sarwo Edi, dan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud itu, membahas tentang persiapan dukungan Side Event yang akan digelar pada saat celebration sidang Enkripsi ICH UNESCO di Paraguay.

" Apabila tidak ada aral yang melintang Reog Ponorogo akan disidangkan oleh UNESCO di Paraguay akhir tahun ini," ujarnya, Jumat (05/04/2024).

Baca Juga: Garap Program Global Asia Ekspres, TV Luar Negeri Lirik Reog Ponorogo

Judha mengaku side event ini selain menjadi ajang kolaborasi budaya, juga ucapan syukur Reog Ponorogo telah terinkripsi dan diakui dunia menjadi kebudayaan asli Ponorogo Indonesia.

" Dunia dan peserta dari berbagai negara pada acara sidang ICH UNESCO di Paraguay bisa tahu dan kolaborasi dengan Reog. Di dalam negeri sendiri harapannya Side Event dukungan ini dapat digelar bersama-sama se Indonesia, serentak menggelar pertunjukan Reog Ponorogo pada saat celebration nanti, mengingat perjuangan untuk mewujudkan mimpi besar ini sangat panjang dan tidaklah mudah," ungkapnya.

Baca Juga: Viral di Medsos, Reog Ponorogo Diganti Pakai Karpet, Netizen: Jangan Rusak Pakemnya

Judha mrinci hingga bulan Juni nanti proses sidang inskripsi Reog masih evaluasi dossier oleh UNESCO dan apabila masih terdapat kukurangan bisa dicukupi serta disempurnakan dossiernya.

" mudah-mudahan kita lolos tanpa ada kekurangan apapun. Karena akan menjadi spirit bagi seniman Reog Ponorogo dan semua elemen untuk lebih bersemangat dalam melestarikan, mengembangkan dan mentransmisikan Reog Ponorogo agar tidak terancam punah," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dua Bocah Terseret Ombak

BOYOLALI- Dua bocah bernama Natan (08) dan Abian (12) asal Boyolali, terseret arus saat bermain air di Pantai Ngobaran sekitar pukul 14.45. Beruntung, keduanya …