663 Kafilah Surabaya Berebut Tiket MTQ Tingkat Jatim dan Nasional

SURABAYA (Realita)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Surabaya yang memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya tahun 2024. Acara yang akan dilaksanakan pada 25-26 Mei 2024 ini digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara resmi membuka MTQ ke-23 itu di halaman Balai Kota Surabaya pada Selasa (21/5/2024) pagi. Pembukaan ini juga dihadiri seluruh Kafilah peserta MTQ dari 31 Kecamatan se-Surabaya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Sulap Pasar Karah jadi Lebih Modern dan Bersih

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa MTQ ke-23 ini akan memperebutkan piala bergilir Wali Kota Surabaya. Nantinya, para peserta dan terutama yang menang akan mewakili Surabaya di MTQ tingkat provinsi.

“Jadi, ketika mewakili Surabaya di tingkat MTQ provinsi, maka jadikanlah cinta terhadap Kota Surabaya tidak pernah berubah karena kita dibesarkan di Kota Surabaya, sehingga hukumnya fardhu ain untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Surabaya,” katanya.

Biasanya, ketika sudah menjadi juara, lalu ada yang menawarkan dan ada yang menggoda, maka biasanya ada yang berpindah ke lain hati dan berpindah ke luar kota. “Tapi saya yakin itu tidak akan pernah berlaku bagi anak-anakku, karena mereka cinta terhadap Kota Surabaya karena Surabaya sejatinya kota para santri, Surabaya sejatinya kota yang tidak bisa dipisahkan dari kata santri dan kata muslim,” tegasnya.

Menurutnya, hal itu sudah terbukti di masa perjuangan memperebutkan kemerdekaan, dimana para santri menjadi bagian dalam perjuangan itu. Oleh karena itu, ia berharap dengan adanya MTQ di tingkat kota ini bisa memunculkan kafilah-kafilah yang akan membawa Kota Surabaya menjadi yang terbaik di Jawa Timur dan menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

Baca Juga: Wali Kota Eri Resmikan Langgar Gipo, Jejak Sejarah Ketua Umum PBNU Pertama

“Yakinlah anak-anakku semuanya, yakinlah kafilah yang hari ini mengikuti MTQ ke-23 Surabaya, jenengan (Anda) adalah yang terbaik. Semoga MTQ yang akan digelar pada 25-26 Mei ini akan memunculkan kafilah yang akan membawa nama harum Kota Surabaya. Selamat mengikuti MTQ ke-23 tingkat Surabaya dan semoga selalu menjadi yang terbaik untuk Kota Surabaya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap di tahun-tahun berikutnya setiap kafilah dari kecamatan bisa mengikuti seluruh kategori yang ada di MTQ itu. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa Surabaya adalah kota santri. “Saya yakin jenengan (Anda) bisa membawa nama baik dan nama harus Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua 2 Panitia Lomba MTQ ke-23, Marzuki, mengatakan pendaftaran peserta MTQ itu sudah dimulai pada 22 April 2024 sampai tanggal 19 Mei 2024. Adapun jenis golongan yang dilombakan sejumlah 23 putra dan 23 putri dengan jenis lomba perorangan dan beregu. “Peserta MTQ diikuti dari semua usia sesuai dengan golongan lomba yang diikuti,” kata Marzuki.

Baca Juga: Dipercepat, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Pembangunan Crossing Saluran Jalan Karah Dikerjakan 24 Jam

Ia juga menegaskan bahwa jumlah peserta MTQ yang masuk pada saat pendaftaran sebanyak 663 peserta dari 31 kecamatan. Adapun technical meeting MTQ itu sudah dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2024 yang dilanjutkan dengan pelantikan dewan hakim. “Pelaksanaan MTQ dimulai pada tanggal 25 Mei 2024 sampai dengan 26 Mei 24 dengan lokasi kegiatan yang menggunakan 13 venue,” kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa penentuan kejuaraan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2024 oleh dewan juri dengan hadiah juara 1 lomba perorangan sebesar Rp 5 juta, juara 2 lomba perorangan Rp 4 juta,  juara 3 lomba perorangan Rp 3 juta, dan harapan 1 lomba perorangan Rp 1 juta, harapan 2 lomba perorangan Rp 750 ribu. Selanjutnya, untuk juara 1 lomba beregu Rp 15 juta, juara 2 lomba beregu Rp 12 juta, juara 3 lomba beregu Rp 9 juta, lalu harapan 1 lomba beregu Rp 3 juta, harapan 2 lomba beregu Rp 2.250.000.

“Pada akhir lomba, akan ditentukan juara umum yang diperoleh dari nilai kejuaraan tertinggi. Kecamatan dengan nilai kejuaraan tertinggi akan menerima piala bergilir Wali Kota Surabaya,” pungkasnya.ys

Editor : Redaksi

Berita Terbaru