Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Apresiasi  Pembangunan Jembatan Penghubung Kotabaru

KOTABARU (Realita) - Awluddin. S. Hut Ketua Komisi II DPRD Kotabaru mengapresiasi Penyampai Gubernur dan Wakil Guber Kalsel tentang lanjutan pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut dengan Daratan Kalimantan.

DPRD khususnya di Komisi II akan mengawal rencana penggelontoran dana baik di tingkat Provinsi hingga Pusat.

Baca Juga: Penampilan Charly Setia Band Bius Penonton di Hari jadi Kotabaru ke- 74 Tahun 2024

"Karena yang saya dengar di Pusat pun menganggarkan lewat pemerintahan Pak Prabowo," kata Awaludin, Senin (03/6/2024).

Karena Kabupaten Kotabaru merupakan gerbangnya IKN (Ibu Kota Nusantara), sehingga infrastruktur jembatan sangat perlu, Kotabaru nanti seperti Tanggerangnya DKI," ujarnya Awaludin.

Disinggung soal anggaran akan digelontorkan Pemprov Kalsel sebesar Rp 1 triliun, untuk tahun anggaran 2025, Awaludin menyambut baik.

"Kan sharing anggaran, Kotabaru, Tanah Bumbu, Provinsi dan Pusat. Jika aturannya Kotabaru ditekankan Rp 100 miliar pertahun atau seperti apa ya Kotabaru harus siap," jelas Awaludin yang juga Ketua DPD PAN Kotabaru.

Baca Juga: DPRD bersama Pemkab Kotabaru Gelar Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi Kotabu ke-74

Sebab, Awaludin menilai jembatan ini salah satu infrastruktur dapat menunjang peningkatkan perekonomian masyarakat di Kotabaru.

"Jadi (jembatan) sangat diperlukan. Seperti contoh begini, kita perjalanan ke Banjarmasin lambatnya itu karena proses penyeberangan. Hampir satu setengah jam," jelasnya.

Apalagi ketika mengantri, atau kapal rusak. Dengan adanya jembatan maka mobilitas orang dan barang produksi semakin cepat.

Baca Juga: DPRD Kotabaru Kunker ke Kabupaten Kapuas sebagai Daerah Pengelola CSR Terbaik

"Dengan terbangunnya jembatan penghubung maka Kotabaru semakin terbuka. Memang ada efek negatifnya, baik adat dan budaya akan terbuka. Tapi mendampingi, menyiasati itu harus ada peningkatan sumber daya manusia (SDM)," terangnya.

Sehingga dengan terbukanya Kotabaru tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif. "Pembangunan penting, SDM juga penting," Pungkasnya.hai

Editor : Redaksi

Berita Terbaru