Di Samsat Manyar Surabaya, Stiker 'Gratis' Diduga hanya Slogan

SURABAYA (Realita)- Pelayanan publik di kantor Samsat Manyar siang itu terlihat ramai oleh masyarakat yang ingin melakukan pembayaran pajak tahunan atau lima tahunan. Antrian nampak memanjang di loket cek fisik.

Berseliweran masyarakat yang ingin menyerahkan berkas di loket itu.

Baca Juga: Diduga, Masih Marak Calo di Samsat Sidoarjo 

Nampak ada berkas yang dikembalikan petugas loket karena persyaratan yang diduga tidak komplit. Namun demikian, dari informasi yang santer terdengar, meski berkas tidak komplit bisa lolos dengan membayar sejumlah 'uang pelicin'. Dan ini bukan menjadi rahasia lagi. Sebab, santer kabar yang berhembus di lapangan, bahwa pada setiap loket pelayanan di Samsat Surabaya Manyar harus membayar sejumlah uang yang bervariatif, tergantung dengan berkas pengajuan.

Guna menghambat pelayanan ke masyarakat ini, oknum dari pihak Samsat diduga menggunakan banyak motif untuk untuk mencegah jasa pengurus, di antaranya dengan pelampiran surat kuasa.

"Pelayanan di Samsat semuanya serba gampang jika ada uangnya mas," kata seorang sumber yang minta identitasnya tak disebutkan.

Baca Juga: Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Kapolresta Sidoarjo Cek Pelayanan Samsat

Pengamatan di lapangan siang itu, banyak dipasang stiker yang berbunyi 'gratis dan tidak dipungut biaya' pada setiap loket pelayanan didalam ruangan samsat yang sejuk karena dingin udara AC. Juga pun demikian, stiker 'Gratis' dapat juga dijumpai di luar ruangan.

Terhadap perilaku oknum-oknum petugas yang meminta 'mel-melan' ini, saat dikonfirmasi Pamin 3 Samsat Manyar Surabaya Ipda Arif mengatakan, sudah ada upaya dari pihak Samsat untuk meminimalisir adanya calo di dengan adanya larangan calo memasuki area Samsat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Berbagai Fasilitas dan Dukungan untuk Sukseskan Pemilu 2024

"Sudah kita berikan himbauan di luar Samsat maupun di dalam agar melaksanakan pembayaran jangan lewat calo.  Dan di sosmed, WA grup Samsat juga kita himbau pengurusan agar jangan melalui calo.tn

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru