Kasus Kematian Rizky Kalibuntu juga Mendapat Perhatian Serius dari Ketua Harian Kompolnas

JAKARTA (Realita)-- Orang tua mana yang diam saja ketika anaknya menjadi korban dugaan pembunuhan, dan jenazahnya ditemukan disemak-semak tepat dibantaran Sungai Cisanggarung, Desa Kalibuntu, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Rumisah bunda almarhum Rizky Setiawan (25) seorang pekerja migran di Taiwan sudah mencoba berbagai cara agar polisi bergerak cepat menangkap terduga pelaku pembunuh buah hatinya yang dibesarkan sejak keluar dari rahimnya. Dari dirinya mencoba membuat video keluhan yang dirasakan dirinya, lalu disebarkan melalui media sosial dengan meminta pertolongan dari Kepala Desa Kalibuntu hingga Kapolres Brebes untuk segera mengusut tuntas kasus pembunuhan Rizky Setiawan Kalibuntu.

Kasus kematian Rizky Setiawan (25) pemuda asal Brebes yang kasusnya sampai hingga kini belum menemui kejelasan, akhirnya juga mendapat perhatian besar dari Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Pol. (Purn) Arief Wicaksono Sudiotomo, dirinya juga menanggapi komentar dari Pemerhati Kepolisian terkait tewasnya Rizky Kalibuntu, Ia mengatakan, penjelasan dari Ibu Poengky cukup bagus dan mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk penyidik.

"Mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk penyidik Polres Brebes dibackup Ditreskrimum Polda Jawa Tengah dalam mengungkap perkara tersebut," ungkap Arief Wicaksono dalam keterangan tertulis kepada Realita.co, Senin (10/2/2025).

Pasalnya sudah lima bulan berlalu para terduga pelaku belum juga ditangkap oleh pihak kepolisian. Publik dan orang tua korban masih bertanya-tanya, mengapa kasus ini tidak ada perkembangan, hingga pelakunya belum juga terungkap.

Rizky Setiawan (25) ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di semak-semak bantaran Sungai Cisanggarung, pada Minggu, 13 Oktober 2024 tahun lalu oleh warga sekitar.

"Saya minta agar pelaku secepatnya terungkap, diberi hukuman seberat- beratnya dan satu lagi, apa motifnya sampai tega membunuh anak saya," ucapnya, (9/2).

Poengky Indarti Pemerhati Kepolisian dan juga mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ikut menyoroti kasus tewasnya Rizky Setiawan korban pembunuhan di Kecamatan Losari, Brebes.

"Penyidik dalam menangani kasus meninggalnya Alm. Rizky Setiadi diharapkan memaksimalkan dukungan scientific crime investigation agar hasilnya tidak terbantahkan," ujar Poengky Indarti.

Poengky juga menjelaskan, setelah melakukan otopsi terhadap jenazah dan mengetahui penyebab kematian korban, adalah adanya luka dibagian belakang kepala akibat pukulan benda tumpul, maka diduga ada orang lain yang melakukannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa kematian korban akibat tindakan orang lain, bukan akibat terjatuh atau bunuh diri.

"Penyidik perlu memperdalam sehingga dapat menemukan pelakunya. Untuk itu keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, dan bukti pendukung perlu dikumpulkan. Misalnya mengecek komunikasi korban saat masih hidup melalui pemeriksaan digital forensik HP korban atau medsos korban, mengecek rekening bank korban, mengecek CCTV mulai dari sekitar tempat tinggal korban hingga tempat ditemukannya jenazah korban, dan sebagainya.

"Saya yakin tidak ada kejahatan yang sempurna. Pasti ada yang "ditinggalkan" pelaku," terangnya.

Mantan aktivis perempuan ini juga melihat dalam pengungkapan kasus ini, bantuan masyarakat juga sangat diharapkan, terutama yang mengetahui saat-saat terakhir korban, termasuk memeriksa kawan-kawan korban yang sempat dilihat saksi. Dengan ketekunan dan kesabaran penyidik, diharapkan kasus ini akan terbongkar.

Poengky juga berharap, pihak kepolisian memberikan penjelasan secara berkala kepada keluarga korban dan publik.

"Ini harus dilakukan penyidik agar ada transparansi, demikian juga kepada publik melalui press conference dengan jurnalis media massa. Dengan demikian profesionalisme Kepolisian dapat terwujud," paparnya.

Polres Brebes dan Polda Jawa Tengah telah melakukan autopsi terhadap jenazah Rizky dan berdasarkan hasil autopsi, pihak kepolisian menyatakan bahwa terdapat luka di bagian kepala belakang korban yang diduga disebabkan akibat pukulan benda tumpul.(tom)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru